Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Kamis (14/5), pukul 07.00 WIB hingga Jumat (15/5), pukul 07.00 WIB.
Dua kejadian yang baru dilaporkan yaitu angin kencang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Angin kencang terjadi di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (14/5).
Peristiwa yang terjadi pada malam hari, pukul 19.00 WIB, merusak 16 unit rumah keluarga dengan kategori rusak ringan, sedangkan dua tempat usaha, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan rusak berat dan dua lainnya rusak ringan.
Selain itu, bencana ini juga menumbangkan sembilan pohon, satu tower seluler dan satu jaringan transmisi listrik, bahkan BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa angin kencang ini.
Fenomena angin kencang ini dirasakan masyarakat di empat desa yang berada di Kecamatan Delanggu dan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Kejadian yang berlangsung bersamaan dengan hujan intensitas sedang hingga lebat telah direspons personel Tim Reaksi Cepat BPBD, instansi terkait dan warga setempat.
Sementara itu, karhutla terjadi di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara pada Kamis (14/5).
Insiden pada siang hari itu berdampak pada lahan seluas 1 hektare. Titik karhutla berada di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan.
Pada hari itu juga api berhasil dipadamkan para petugas dari BPBD dan dinas terkait.
Pada perkembangan penanganan banjir di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Kamis (14/5), BPBD dan warga telah menyelesaikan pembersihan sampah pascabencana.
Banjir tersebut telah surut dan rumah warga yang terdampak masih dalam penanganan.
Kejadian yang terjadi pada Jumat lalu (8/5) melanda 22 kelurahan di delapan kecamatan.
Data terkini BPBD mencatat dua warga meninggal dunia dan 1.393 keluarga terdampak.
Beralih pada penanganan gerakan tanah di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (14/5), BPBD setempat masih melakukan penanganan.
Penanganan tersebut di antaranya beberapa titik jalan desa yang amblas. Pengerahan alat berat dari BBWS Citanduy telah tiba di lokasi untuk membersihkan material longsor di Desa Bingkeng.
Gerakan tanah yang terjadi pada Selasa (12/5) berdampak pada dua desa di Kecamatan Dayeuh.
Data yang dihimpun pada waktu itu tercatat 11 rumah warga rusak dan dua lainnya terancam.
Kesebelas rumah rusak meliputi satu rumah rusak berat, tujuh rusak sedang dan tiga rusak ringan. Tidak ada laporan korban jiwa pada peristiwa ini.
Menyikapi masih adanya potensi bahaya hidrometeorologi basah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada dan siap siaga.
Pada Jumat (15/5), tiga wilayah tanah air masih berpotensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, seperti di Papua, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan, sedangkan sejumlah besar daerah lain berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat.
Ditinjau dari tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah, sejumlah wilayah pada kategori mudah dan sangat mudah terbakar.
Wilayah – wilayah itu teridentifikasi pada sejumlah daerah di Pulau Jawa, Lampung dan sebagian kecil di Sumatra Utara dan Aceh.
BNPB menekankan pemerintah daerah untuk melakukan upaya – upaya pengurangan risiko bencana bencana.
Kepemimpinan BPBD sangat penting dalam implementasi upaya tersebut, yang didukung dengan pelibatan unsur pentaheliks. Penanggulangan bencana adalah urusan semua pihak. I






