Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, tingginya ketidakpastian geopolitik dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Indonesia, melalui Danantara Investment Management (DIM), memperoleh kepercayaan yang kuat dari pasar keuangan internasional.
Hal tersebut tercermin dari suksesnya penerbitan obligasi internasional perdana Danantara Indonesia senilai US$1,5 miliar.
Antusiasme investor global terlihat dari nilai peak orderbook yang mencapai sekitar US$4,6 miliar atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan.
Minat tersebut didorong oleh investor institusi berkualitas dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Danantara Indonesia dipandang memiliki fundamental, tata kelola dan prospek jangka panjang yang kuat, sehingga tetap menjadi tujuan investasi bagi investor global bereputasi tinggi.
Kepercayaan yang diberikan pasar internasional ini juga diharapkan dapat memperkuat keyakinan investor domestik dan masyarakat luas terhadap kekuatan kerangka institusional Danantara Indonesia.
Hasil Penawaran obligasi perdana DIM ditetapkan pada tingkat imbal hasil berikut:
- Obligasi 5 tahun senilai US$750 juta ditetapkan pada tingkat imbal hasil 5,35%
- Obligasi 10 tahun senilai US$750 juta ditetapkan pada tingkat imbal hasil 5,95%
- Obligasi ini ditetapkan pada spread yang ketat terhadap kurva sovereign Republik Indonesia.
Seri 5 tahun ditetapkan pada spread 32 basis poin di atas kurva sekunder obligasi negara Indonesia, yang terdiri atas premi 22 basis poin di atas nilai wajar sovereign dan konsesi penerbitan perdana sebesar 10 basis poin.
Seri 10 tahun ditetapkan pada spread 34 basis poin di atas kurva sekunder obligasi negara, yang terdiri atas premi 24 basis poin di atas nilai wajar sovereign dan konsesi penerbitan perdana.
Pencapaian spread yang begitu dekat dengan kurva Republik Indonesia, dengan konsesi penerbitan perdana yang terbatas pada transaksi debut tanpa dukungan kurva eksisting maupun rekam jejak penerbitan, mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap profil kredit, tata kelola dan institusi DIM.
Spread DIM terhadap kurva Republik Indonesia berada pada level yang kompetitif dibandingkan dengan penerbit berafiliasi sovereign yang telah mapan.
Hal ini mencerminkan pengakuan investor terhadap kekuatan kerangka institusional DIM dan keterkaitannya dengan sovereign.
Total peak orderbook gabungan melampaui US$4,6 miliar, lebih dari tiga kali lipat dari total nilai penerbitan, dengan partisipasi investor institusi di Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika (EMEA), dan Asia. I






