Gubernur Sumbar Raih Penghargaan Nasional Pengembangan Ekonomi Umat dan Budaya Halal

Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) dalam mengembangkan ekonomi umat dan memperkuat budaya halal kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Gubernur Sumbar Mahyeldi, menerima Disway Top Regional Leader Awards 2026 kategori Penggerak Ekonomi Umat dan Budaya Halal dalam ajang yang digelar oleh Disway National Network di Hotel JW Marriott Jakarta.

Penghargaan tersebut diberikan kepada kepala daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan, kinerja dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi daerah, pengembangan UMKM, inovasi pelayanan publik hingga kepemimpinan daerah.

Mahyeldi menerima penghargaan pada klaster Sosial, Budaya, Lingkungan, Kesehatan, Pendidikan, dan Generasi Muda.

Dia dinilai berhasil mendorong penguatan ekonomi berbasis masyarakat, sekaligus mengembangkan budaya halal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Penghargaan tersebut sejalan dengan berbagai program yang dijalankan Pemprov Sumbar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan koperasi, penguatan ekosistem industri halal dan pelestarian nilai – nilai adat, serta budaya Minangkabau.

Usai menerima penghargaan, Mahyeldi menuturkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat Sumatra Barat dalam mendukung pembangunan daerah.

Alhamdulillah, penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Sumatera Barat. Ini bukan capaian individu, melainkan hasil kerja bersama pemerintah, pelaku usaha, ulama, tokoh adat, akademisi dan seluruh masyarakat yang terus mendukung pembangunan daerah,” tuturnya.

Menurut Mahyeldi, penguatan ekonomi umat menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah terus mendorong pemberdayaan UMKM, koperasi dan berbagai sektor usaha masyarakat agar semakin produktif serta berdaya saing.

Baca Juga:  Kota Bekasi Raih WTP Masuk Lima Besar Terbaik

“Kami akan terus mendorong penguatan ekonomi umat, UMKM dan ekosistem halal yang sejalan dengan nilai adat dan agama sebagai fondasi pembangunan daerah. Kami meyakini pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan jati diri daerah,” tuturnya.

Dia menambahkan, budaya halal yang berkembang di Sumbar tidak hanya berkaitan dengan produk dan layanan, tetapi juga mencerminkan nilai integritas, kualitas dan keberlanjutan yang menjadi karakter masyarakat Minangkabau.

Nilai Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah juga menjadi modal sosial penting dalam mendorong pembangunan daerah yang maju dan berdaya saing.

Bagi Pemprov Sumbar, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan memperkuat pengembangan ekonomi kerakyatan, serta industri halal yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. I

Kirim Komentar