Kinerja keuangan yang melampaui target menjadi fondasi bagi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mempercepat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) industri, memperkuat Industri Kecil dan Menengah (IKM), mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta mempercepat transformasi Industri 4.0.
“Saya menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR untuk membahas Laporan Keuangan Kementerian Perindustrian Tahun Anggaran 2025, sekaligus mengevaluasi capaian pembangunan sektor industri nasional,” kata Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza.
Dalam rapat tersebut, dia menyampaikan bahwa Kemenperin berhasil membukukan kinerja keuangan yang solid dan akuntabel, serta komitmen mendorong industri nasional.
“Pendapatan kementerian mencapai Rp447,89 miliar atau 116,59% dari target, sedangkan realisasi belanja mencapai 98,18% dari pagu efektif, melampaui rata – rata nasional,” jelas Wamenperin Riza.
Capaian ini, dia menambahkan, menjadi bukti bahwa setiap anggaran negara dikelola secara efektif, transparan dan berorientasi pada hasil yang nyata dengan memperhatikan arah strategis pengembangan industri nasional.
“Di sisi pembangunan industri, kami terus mempercepat transformasi sektor manufaktur melalui penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri, pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, percepatan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, serta akselerasi implementasi Industri 4.0,” tutur Wamenperin Riza.
Kemenperin juga memperkuat tata kelola pemerintahan dengan menindaklanjuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), membangun birokrasi yang berintegritas melalui penguatan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), serta menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif untuk mendorong pertumbuhan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan. I







