Nilai transaksi koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai Rp56,8 miliar sepanjang tahun 2026.
Pupuk menjadi komoditas dengan nilai transaksi terbesar, seiring penguatan peran koperasi sebagai pusat distribusi barang bersubsidi.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) yang diakses di Jakarta dengan total transaksi KDKMP mencapai 54.316 transaksi dengan nilai Rp56,8 miliar.
Komoditas dengan nilai transaksi terbesar adalah pupuk NPK Phonska sebesar Rp15,09 miliar dengan volume transaksi 8,17 juta.
Posisi berikutnya ditempati pupuk Urea N 46% dengan nilai transaksi Rp11,27 miliar dari volume 6,20 juta.
Selain pupuk, transaksi KDKMP juga didominasi kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, antara lain minyak goreng Bimoli kemasan 2 liter senilai Rp3,63 miliar, beras medium SPHP kemasan 5 kilogram sebesar Rp2,49 miliar, beras Rp1,14 miliar, LPG 3 kilogram Rp486 juta, serta gula kemasan 1 kilogram senilai Rp284,78 juta.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan pemerintah akan memperkuat peran KDKMP sebagai pusat distribusi berbagai barang bersubsidi kepada masyarakat.
Menurutnya, rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto telah memutuskan penyaluran barang bersubsidi, seperti LPG 3 kilogram, pupuk, minyak goreng dan beras, dilakukan melalui KDKMP.
“Insyaallah dalam waktu dekat akan diterbitkan Peraturan Presiden untuk mengatur distribusi barang – barang bersubsidi,” ujar Menkop.
Berdasarkan data Simkopdes, hingga Jumat telah terbentuk 83.380 KDKMP. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60.783 koperasi telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Pengembangan infrastruktur koperasi juga terus berjalan. Dari 38.050 lahan yang diajukan untuk pembangunan gerai, sebanyak 35.856 lahan telah terverifikasi.
Sebanyak 470 lokasi telah terverifikasi namun belum memulai pembangunan, 18.855 lokasi masih dalam tahap pembangunan, sedangkan 16.531 gerai telah mencapai progres pembangunan 100%. I






