Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 18 Agustus 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemutakhiran data kejadian serta penanganan yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat, periode Senin (17/8) sampai Selasa (18/8) pukul 07.00 WIB.

Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, tim gabungan tetap berjibaku melakukan penanganan bencana.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu (16/8) malam hari.

Lokasinya berada di Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur. Lahan seluas satu hektare yang terbakar berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Senin (17/8).

Kejadian selanjutnya adalah kebakaran lahan di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin (17/8).

Dilaporkan lahan tebu seluas empat hektare di Desa Kadilangon, Kecamatan Wedi, hangus terbakar. Kondisi terkini, api berhasil padam setelah tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Senin (17/8).

Lokasi terdampak antara lain Kecamatan Manggar, Damar dan Gantung. Akibat kejadian itu tercatat luas lahan yang terbakar mencapai 13,87 hektare.

Tim gabungan langsung menuju lokasi terdampak guna melakukan pemadaman. Api pun berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Beralih ke Provinsi Jawa Timur, kebakaran lahan menghanguskan tiga hektare lahan di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, pada Senin (17/8).

Tidak perlu waktu lama, tim gabungan berhasil melakukan pemadaman di hari yang sama.

BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Hindari pembakaran lahan dengan cara membakar, jangan membuang puntung rokok sembarangan di area hutan dan lahan kering, serta segera laporkan kepada petugas apabila melihat titik api.

Pemerintah daerah diminta untuk mengaktifkan Satgas Karhutla, menyiapkan sumber air dan melakukan patroli rutin di wilayah rawan. I

Kirim Komentar
Baca Juga:  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 5 Juni 2026