BNPB Pastikan Huntara di Manggarai Timur Aman Tahan Gempa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menjelaskan, informasi yang beredar mengenai kondisi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Pembangunan Huntara ini dilakukan sebagai langkah cepat pemerintah untuk memindahkan warga terdampak dari tenda pengungsian ke hunian yang lebih layak dan manusiawi selama proses penyiapan dan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) berlangsung.

Kekuatan struktur huntara yang dibangun BNPB terbukti secara nyata saat guncangan gempa bumi susulan dangkal berkekuatan Magnitudo (M)5,3 melanda wilayah Kabupaten Manggarai Timur pada Senin (21/9).

Sebagaimana yang terlihat di Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, sebanyak 7 unit huntara yang telah selesai dibangun secara sempurna terbukti berdiri kokoh, aman dan tidak mengalami kerusakan sedikit pun.

Ke-7 unit Huntara tahan gempa ini bahkan telah resmi diserahterimakan kepada warga penerima manfaat yang berhak pada 21 September 2026.

Secara spesifikasi teknis, Huntara yang dibangun berukuran sekitar 6 meter x 4 meter dengan tiang dan rangka utama dari baja ringan, dinding dari gipsum, serta atap seng GRC.

Guna menunjang kenyamanan dan kelayakan huni warga, setiap unit Huntara dirancang lengkap dengan dua pintu (akses masuk dan keluar), serta 2 unit jendela yang dilengkapi ventilasi udara memadai.

Adapun rekaman video yang memperlihatkan kerangka baja ringan yang roboh di alamat lokasi yang sama merupakan struktur yang masih berada dalam tahap instalasi awal (work in progress).

Pada saat guncangan gempa susulan M5,3 berlangsung, kerangka tersebut belum dikunci secara menyeluruh dan fondasinya belum dilakukan pengecoran atau penyemenan, sehingga secara teknis struktur sementara tersebut belum memiliki daya tahan terhadap gaya guncangan horizontal akibat gempa.

Baca Juga:  Bimtek Enumerator Bantuan Stimulan Rumah Rusak Tahap Dua Wilayah Bireuen

BNPB memastikan bahwa kerangka yang roboh tersebut bukan merupakan bagian dari unit huntara yang sudah jadi atau siap huni.

Guna menjamin kepastian pemulihan jangka panjang bagi warga terdampak gempa Flores di Kabupaten Manggarai Timur, pemerintah terus mempercepat penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Berdasarkan pemutakhiran data per (22/9), total rumah permanen yang disiapkan untuk kategori rusak berat berjumlah 2.422 unit.

Sementara itu, bagi warga terdampak kategori rusak ringan (sebanyak 7.616 unit) dan rusak sedang (sebanyak 4.146 unit), pemerintah menyalurkan dana stimulan masing – masing sebesar Rp15 juta untuk rusak ringan dan Rp30 juta untuk rusak sedang.

Saat ini, tim teknis dan pelaksana di lapangan tengah melakukan pembersihan material serta melanjutkan proses perakitan ulang unit – unit Huntara berikutnya di Dusun Ronting dengan menerapkan pengawasan dan pengamanan struktur yang lebih ketat selama masa konstruksi.

BNPB menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian masyarakat dalam mengawasi proses pembangunan fasilitas pascabencana.

Di sisi lain, BNPB juga mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk senantiasa bijak serta objektif dalam menyampaikan aspirasi maupun informasi di media sosial.

Penyampaian informasi yang utuh dan berdasarkan fakta lapangan sangat penting agar tidak menimbulkan kecemasan atau keresahan di tengah warga terdampak yang saat ini sedang berfokus pada masa pemulihan.

BNPB berkomitmen penuh untuk terus terbuka, transparan dan menjamin bahwa seluruh hunian yang diserahterimakan memenuhi standar kelayakan, serta ketahanan bangunan terhadap potensi bencana gempa bumi. I

 

Kirim Komentar