Universitas Diponegoro (Undip) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna mendorong pemulihan dan kemandirian ekonomi masyarakat pascabencana di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Bantuan stimulan tersebut diberikan kepada kelompok warga untuk memperkuat produktivitas usaha.
BNPB melalui Direktorat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sosial Ekonomi dan Lingkungan Hidup (RRSELH) mengharapkan dengan penguatan tersebut, langkah ini dapat membangun resiliensi ekonomi lokal setelah terdampak bencana.
Produktivitas usaha yang dikembangkan berbasis potensi dan kearifan lokal.
Penyerahan stimulan kepada empat kelompok masyarakat ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sebagai bagian dari Program Pembinaan Pendampingan Ekonomi Kelompok Masyarakat Daerah Pascabencana Kabupaten Demak Tahun Anggaran 2026.
Program ini merupakan kelanjutan dari pendampingan ekonomi tahun 2025 yang diarahkan untuk memastikan hasil pemulihan dapat berkembang menjadi usaha produktif, mandiri dan berkelanjutan.
Direktur RRSELH BNPB Luqmanul Hakim menegaskan bahwa pemulihan pascabencana dapat dikatakan berhasil jika intervensi yang dilakukan berdampak pada masyarakat sebagai penerima manfaat dan outcome dapat menguatkan ekonomi masyarakat.
“Oleh karena itu, diharapkan keberlanjutan program ini dapat difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Demak dan Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
Selain dukungan sarana dan peralatan, Luqmanul menambahkan, program ini dirancang untuk memperkuat aspek kelembagaan dan manajemen usaha.
“Pendampingan lanjutan mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi legalitas usaha dan produk, pengembangan akses pasar, serta penyusunan rencana keberlanjutan usaha atau business continuity plan,” tuturnya.
Kelompok penerima manfaat dalam program ini adalah Kelompok Karya Mandiri Sejahtera di Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar, lalu Kelompok Sami Rukun Sejahtera di Desa Wonoagung, Kecamatan Karangtengah dan Kelompok Sumber Rezeki, serta Kelompok Ngudi Makmur di Desa Loireng, Kecamatan Sayung.
Tiga kelompok mengembangkan usaha budidaya dan penggemukan kepiting dengan sistem Crab House, sedangkan satu kelompok bergerak dalam pengolahan hasil perikanan, yaitu kerupuk ikan dan industri pembuatan keripik pisang.
Bantuan stimulan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi aktual masing – masing kelompok.
Penetapan dukungan dilakukan melalui koordinasi, survei lapangan, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) dan verifikasi kebutuhan agar intervensi yang diberikan tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pada sektor pengolahan hasil perikanan, Kelompok Karya Mandiri Sejahtera mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas pengemasan produk.
Stimulan yang diberikan berupa peralatan pendukung produksi dan pengemasan, seperti exhaust, plastik kemasan dan sealer.
Kelompok ini juga mendapatkan fasilitasi pengembangan desain kemasan, identitas merek, pendampingan legalitas usaha dan produk, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, sertifikasi halal, serta perlindungan merek sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, bagi kelompok pembudidaya kepiting, dukungan diarahkan untuk mengatasi kendala utama dalam kegiatan produksi, terutama ketersediaan bibit, pengelolaan air dan kapasitas sarana budidaya.
Kelompok Sami Rukun Sejahtera mendapatkan dukungan yang direncanakan berupa bibit kepiting lokal, peningkatan kapasitas penampungan air, pompa, sistem filtrasi dan aerasi, serta perbaikan jaringan pendukung budidaya.
Kelompok Sumber Rezeki mendapatkan dukungan untuk mempermudah distribusi air menuju lokasi usaha melalui penyediaan sarana pengangkut air, pompa, jaringan perpipaan, bibit kepiting lokal dan fasilitas penyimpanan pakan.
Adapun Kelompok Ngudi Makmur diarahkan untuk meningkatkan kapasitas budidaya melalui penguatan ketersediaan bibit, penambahan kapasitas penampungan air, pengembangan sarana Crab House dan fasilitas penyimpanan pakan.
Dalam sambutannya, Camat Karangtengah Maftukhah Kurniawati berharap agar kelompok dapat memanfaatkan bantuan dengan semaksimal mungkin dan dapat menjadi contoh untuk wilayah lain di Kabupaten Demak.
Sementara itu, Ketua LPPM Undip Prof. Suherman menyatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan dengan program pengabdian masyarakat untuk penguatan ekonomi masyarakat.
Keempat kelompok masyarakat ke depannya akan diarahkan untuk dapat menjadi mitra Koperasi Desa Merah Putih dalam pemasaran produknya.
Langkah tersebut penting agar kelompok masyarakat tidak hanya mampu menjalankan kegiatan usaha selama program berlangsung, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha secara mandiri setelah pendampingan berakhir.
Penguatan rantai pasok, ketersediaan bahan baku, kualitas produksi dan akses pasar menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang lebih tangguh.
Melalui Program Pembinaan Pendampingan Ekonomi Tahun 2026, BNPB dan Undip berharap penguatan usaha kelompok masyarakat di Kabupaten Demak dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan, membuka peluang pengembangan usaha lokal dan mendukung pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.
Pemulihan pascabencana pada akhirnya tidak hanya diukur dari pulihnya kondisi fisik wilayah, tetapi juga dari kemampuan masyarakat terdampak bencana untuk memiliki daya lenting untuk produktif, memperkuat sumber penghidupan, dan membangun ketahanan ekonomi jangka panjang. I





