Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar digital serta menghadirkan dukungan pengembangan usaha, pemasaran, serta layanan logistik untuk mempercepat pemulihan usaha para pengusaha UMKM terdampak bencana di Provinsi Aceh.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Fasilitasi Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Bersama dalam rangkaian Klinik UMKM Bangkit di Banda Aceh, serta kolaborasi dengan J&T Express melalui program Jawara Lokal yang diselenggarakan sebelumnya.
Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindiya mengatakan, pemulihan usaha pascabencana tidak cukup hanya dengan mengembalikan kemampuan produksi, tetapi juga harus disertai perluasan akses pasar agar pengusaha UMKM dapat kembali memperoleh pendapatan dan membangun usaha yang berkelanjutan.
“Bagi pengusaha UMKM terdampak bencana, tantangannya bukan hanya bagaimana kembali berproduksi, tetapi juga bagaimana produk mereka kembali dikenal konsumen dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” katanya.
Menurut Ari, melalui Klinik UMKM Bangkit, Kementerian UMKM menghadirkan pendampingan praktis yang disesuaikan dengan kebutuhan pengusaha UMKM, terutama untuk meningkatkan kemampuan pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah fasilitasi landing page khusus UMKM Sumatra yang terintegrasi dengan ekosistem marketplace.
Fasilitas ini membantu pengusaha UMKM membangun toko digital, menampilkan produk secara lebih menarik, dan menjangkau konsumen di luar wilayah pemasaran sebelumnya.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital diharapkan tidak hanya meningkatkan visibilitas produk, tetapi juga membuka peluang transaksi yang lebih luas sehingga pengusaha UMKM dapat mempercepat pemulihan pendapatan.
“Kami ingin digitalisasi memberikan hasil nyata bagi pengusaha UMKM. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar harus semakin mudah ditemukan konsumen melalui kanal digital, sehingga peluang transaksi dan peningkatan penjualan semakin terbuka,” jelas Ari.
Dia menambahkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, pengembangan landing page bersama berbagai marketplace telah melibatkan lebih dari 4.000 UMKM dengan capaian penjualan lebih dari 45 juta produk.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa ekosistem perdagangan digital memiliki potensi besar untuk membantu pengusaha UMKM memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan transaksi dan membangun kembali kegiatan usaha setelah terdampak bencana.
“Capaian ini menunjukkan besarnya peluang pasar digital bagi UMKM. Oleh karena itu, kami ingin semakin banyak pengusaha UMKM di Aceh memanfaatkan ekosistem digital untuk memperluas pasar dan mempercepat pemulihan usaha,” tuturnya.
Fasilitasi pemasaran digital tersebut menyasar pengusaha UMKM di Kota Banda Aceh dan wilayah koordinasi Aceh 5 yang mencakup Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Gayo Lues, Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Singkil, serta Kabupaten Aceh Tenggara.
Selain membuka akses pasar melalui teknologi digital, Kementerian UMKM menghadirkan dukungan pengembangan usaha dan layanan logistik melalui kolaborasi dengan J&T Express dalam program Jawara Lokal.
Melalui program tersebut, UMKM yang terpilih berdasarkan proses kurasi bersama Kementerian UMKM dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh memperoleh dukungan dana pengembangan usaha masing – masing sebesar Rp15 juta.
Selain itu, juga mendapatkan potongan ongkos kirim sebesar 30%, akses layanan VIP J&T Express, dukungan promosi dan pendampingan logistik untuk membantu meningkatkan efisiensi pengiriman, serta memperluas jangkauan distribusi produk.
Aceh menjadi wilayah ketiga dari lima wilayah penyelenggaraan program Jawara Lokal, setelah sebelumnya dilaksanakan di Sulawesi Selatan dan Sumatra Barat.
Ari menegaskan bahwa akses pasar digital dan layanan logistik yang memadai merupakan dua kebutuhan yang saling melengkapi.
Kemudahan menemukan produk melalui platform digital perlu diikuti dengan kemampuan pengusaha UMKM memenuhi pesanan dan mengirimkan barang secara efisien kepada konsumen.
“Produk UMKM harus semakin mudah ditemukan konsumen, tetapi juga perlu didukung layanan pengiriman yang memadai. Oleh karena itu, kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan platform digital menjadi penting agar pengusaha UMKM tidak hanya bangkit, tetapi juga semakin berdaya saing,” ungkap Ari.
Kementerian UMKM berharap sinergi melalui Klinik UMKM Bangkit dan program Jawara Lokal dapat mempercepat pemulihan usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta membangun ekosistem bisnis yang lebih tangguh bagi pengusaha UMKM di Aceh.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan platform digital, pengusaha UMKM terdampak bencana diharapkan tidak hanya mampu kembali menjalankan kegiatan usahanya, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kementerian UMKM untuk memastikan pemulihan ekonomi pascabencana berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan, sehingga pengusaha UMKM dapat kembali menjadi penggerak perekonomian daerah, serta berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional. I







