BNPB Tanam 2.026 Bibit Pohon

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menutup rangkaian Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026 melalui penanaman pohon di kawasan Banten Lama, Kota Serang, Banten.

Sebanyak 2.026 bibit yang ditanam ini merupakan upaya konkret mitigasi vegetasi berbasis lingkungan, sekaligus menjaga kelestarian kawasan bersejarah di Banten.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Museum Nagari, kawasan Banten Lama ini melibatkan unsur pemerintah pusat dan daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, masyarakat, mitra dunia usaha, serta perwakilan pondok pesantren.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun resiliensi masyarakat melalui upaya pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan.

Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo dalam sambutannya menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan salah satu bentuk mitigasi bencana yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Menurutnya, Provinsi Banten memiliki beragam potensi ancaman bencana, mulai dari banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, gempa bumi, kekeringan, kebakaran hutan, dan lahan, letusan gunung api, tanah longsor, likuefaksi hingga tsunami.

Oleh karena itu, lanjut Suryotomo, upaya pengurangan risiko bencana perlu dilakukan sejak dini melalui berbagai langkah mitigasi, termasuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Menanam pohon bukan hanya sekadar aktivitas hari ini. Kita menanam hari ini, tetapi hasilnya akan menyelamatkan anak cucu kita di masa mendatang. Apa yang kita lakukan hari ini sangat penting, bukan hanya sebagai upaya mitigasi, tetapi juga untuk menjaga alam agar tetap lestari,” ujarnya.

Dia menekankan pada pentingnya menjaga kawasan Banten Lama yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat.

Suryotomo menegaskan, upaya pelestarian lingkungan perlu berjalan beriringan dengan perlindungan kawasan bersejarah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Baca Juga:  BNPB Perkuat Tim Jitupasna dan R3P di Kota Palembang

Dia juga mengajak seluruh pihak untuk memastikan kegiatan penanaman tidak berhenti pada seremoni, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengembangan tanaman secara berkelanjutan.

Gerakan menanam dan merawat pohon diharapkan dapat menjadi budaya masyarakat, khususnya di Provinsi Banten, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Jangan sampai berhenti hanya di hari ini. Kegiatan semacam ini harus terus berlanjut dan semakin baik. Harus membudaya, khususnya di Bumi Banten ini. Dari Banten, untuk Indonesia,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 26 bibit buah ditanam secara simbolis oleh para tamu undangan di halaman Museum Nagari Banten Lama.

Sementara itu, sebanyak 2.000 bibit lainnya diserahkan kepada tujuh perwakilan pondok pesantren untuk ditanam dan dikelola di lingkungan masing – masing.

Bibit yang disalurkan terdiri atas tanaman buah produktif, seperti mangga, rambutan dan manggis.

Penanaman vegetasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya resap air, mengurangi limpasan air permukaan yang berpotensi menyebabkan banjir dan membantu menjaga kestabilan tanah dari ancaman erosi.

Selain manfaat ekologis, tanaman buah produktif juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan pondok pesantren.

Sebagai rangkaian penutup Peringatan Bulan PRB 2026 di Provinsi Banten, kegiatan ini, sekaligus menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana bukan sekadar agenda tahunan, melainkan upaya bersama yang harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan di kawasan Banten Lama juga diisi dengan kunjungan museum dan ziarah edukatif untuk mengenal lebih dekat nilai sejarah dan budaya setempat.

Melalui kegiatan ini, BNPB berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, dan masyarakat semakin kuat dalam membangun budaya sadar bencana.

Upaya mitigasi harus dimulai sebelum bencana terjadi melalui aksi nyata, termasuk menjaga lingkungan, merawat vegetasi dan melindungi kawasan resapan air demi keselamatan generasi mendatang. I

Baca Juga:  Ini Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana pada 14 Juli 2025

 

 

Kirim Komentar