Pemerintah memprioritaskan pengembangan industri gim lokal melalui kolaborasi antarpengembang dan pemanfaatan talenta daerah untuk menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan, industri gim saat ini berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari gim digital yang dimainkan melalui komputer dan telepon seluler hingga gim papan atau board game yang memiliki unsur edukasi.
“Perkembangan gim ini luar biasa. Ada gim digital yang dimainkan di Steam dan telepon seluler, tetapi ada juga gim papan yang sangat edukatif dan diminati,” katanya di Cirebon, Jawa Barat.
Dia menuturkan, perkembangan industri tersebut terlihat dari bertambahnya pengembang gim digital maupun pembuat gim papan yang mengembangkan produk kreatif.
“Potensi pengembangan industri gim terdapat di daerah, termasuk Kota Cirebon yang memiliki sejumlah talenta pembuat gim, tapi masih membutuhkan wadah untuk mengembangkan kemampuan mereka,” ungkapnya.
Sebagai salah satu upaya membuka ruang pengembangan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menghadirkan pengembang gim dari Bandung untuk berkolaborasi dengan talenta lokal di Kota Cirebon.
“Kami juga menghadirkan pengembang gim dari Bandung untuk berkolaborasi sehingga talenta – talenta pengembang gim dari Kota Cirebon bisa menemukan wadah,” ujarnya.
Dia optimistis kolaborasi antarpengembang tersebut, dapat meningkatkan kemampuan talenta lokal, sekaligus membuka peluang lahirnya produk gim asli Cirebon yang dapat dipasarkan secara lebih luas.
Selain menghasilkan produk komersial, Riefky menilai, industri gim memiliki peluang untuk mengangkat kekayaan budaya daerah melalui pengembangan cerita, karakter, dan kreativitas dalam permainan.
“Daerah yang talenta ekonomi kreatifnya berkembang biasanya adalah daerah yang mempunyai akar budaya yang kuat,” tegasnya.
Dia menambahkan, kekayaan budaya dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan ekonomi kreatif apabila dipadukan dengan inovasi, teknologi dan kreativitas.
Menurut Riefky, Kota Cirebon dan kawasan sekitarnya memiliki akar budaya yang kuat, sehingga berpotensi mengembangkan talenta kreatif yang dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Dia menyatakan, pengembangan industri gim dan subsektor ekonomi kreatif lainnya perlu diarahkan agar mampu menciptakan kegiatan usaha berkelanjutan, membuka lapangan pekerjaan dan memberikan kontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) daerah.
Pengembangan industri gim, kata Menekraf, menjadi bagian dari penguatan ekraf yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan sektor tersebut sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo bahwa saat ini ekonomi kreatif tidak lagi hanya sebagai pelengkap, tetapi sudah menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional dan ini berkembang di berbagai daerah,” jelasnya. I







