AGROWISATA MILON NAPOTE UNTUK BANGKITKAN EKONOMI DAN LAPANGAN KERJA

Destinasi Agrowisata Milon Napote di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Pengembangan destinasi Agrowisata Milon Napote di Kabupaten Sampang, Jawa Timur agar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam upaya kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, kunjungan wisatawan ke desa wisata di masa pandemi meningkat hingga 30%.

“Hal ini membuka peluang usaha dan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan masyarakat dan agrowisata ini menambah penghasilan bagi masyarakat,” ujarnya saat ke Agrowisata Milon Napote di Kampung Napote, Dusun Marengit, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Agrowisata Milon Napote dikelola Kelompok Tani Gemah Ripah Arrahman. Di lokasi ini terdapat hamparan lahan kebun melon dengan berbagai jenis, seperti golden melon, rock melon, serta action madu melon.

Di bawah kelompok tani tersebut juga diproduksi berbagai olahan produk berbahan dasar melon seperti sari melon, sirup melon, dodol melon, dan lainnya.

“Kami sangat mengapresiasi dan tadi permintaan Pak Bupati untuk dukungan akan ditindaklanjuti. Bentuk kerja sama yang seperti apa akan kita bahas di level teknis,” jelasnya.

Kehadiran pemerintah, lanjut Sandiaga, memang diperlukan dalam mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di berbagai daerah, termasuk di wilayah Sampang.

“Tentunya ini bagian dari tatanan ekonomi baru karena Madura ini memang perlu intervensi yang lebih serius dari semua pihak agar infrastruktur lebih terbangun sehingga masyarakat insyaallah tambah sejahtera,” tuturnya.

Kemenparekraf akan pastikan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan terkait akan tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

Untuk pengembangan infrastruktur, Sandiaga mendorong Pemerintah Kabupaten Sampang untuk dapat mengajukan dana alokasi khusus.

“Jadi, nanti Pak Bupati dengan stakeholders bisa mengajukannya, kami yang akan mengawalnya di pusat melalui intervensi bersama Bappenas dan Kementerian PUPR,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf juga mendorong pengembangan desa wisata di Sampang dengan mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022.

“Oleh karena itu, Pak Bupati juga sangat mendukung desa wisata, mudah-mudahan Sampang bisa mendapatkan hasil yang baik dan bisa insyaallah menjuarai beberapa kategori di ADWI,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sampang Slamet Junaidi menyatakan, Agrowisata Milon Napote merupakan bagian dari wisata edukasi yang sangat diminati masyarakat.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri yang sudah berkenan hadir ke Napote di Kabupaten Sampang. Kita konsepkan tentang kerja sama yang kita akan bangun bersama untuk membangun Kabupaten Sampang ini,” tuturnya. I

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here