Banjir bandang menerjang wilayah Tapanuli Tengah, Sumatra Utara setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (18/7) pukul 15.52 WIB.
Banjir terjadi akibat air sungai meluap hingga ke permukiman warga. Pada Minggu (19/7) pagi, banjir setinggi pinggang orang dewasa tersebut dilaporkan berangsur surut.
Wilayah terdampak banjir meliputi tujuh kelurahan di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.
Pada saat kejadian banjir, personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah bersama tim gabungan segera melakukan evakuasi warga.
Sebanyak 145 jiwa warga Kelurahan Sipangen mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange sejak semalam.
Dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan permakanan bagi warga terdampak.
Hingga kini, personil BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah masih bersiaga di lokasi dan mendata kerugian akibat banjir.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dinamika cuaca di masa musim kemarau saat ini.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatra Utara berpeluang terjadinya hujan dengan intensitas ringan dalam beberapa hari ke depan.
Hujan terjadi akibat masih adanya aktivitas gelombang atmosfer diprakirakan aktif, belokan angin (shearline) di Samudra Hindia Barat Sumatra dan suhu muka laut yang masih hangat mendukung pembentukan awan – awan hujan.
Masyarakat diharapkan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD dan BMKG. I




