Bapanas Pastikan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan di Wilayah Perbatasan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga hingga wilayah perbatasan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui pemantauan langsung di Pasar Inhutani, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Dari hasil pemantauan, pasokan berbagai komoditas pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih hingga cabai terpantau tersedia dengan baik dan diperdagangkan pada harga yang relatif stabil.

Kondisi tersebut menunjukkan rantai pasok pangan di Kabupaten Nunukan berjalan dengan baik, sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi, meskipun daerah ini memiliki tantangan geografis sebagai wilayah terdepan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Kami ingin memastikan pasokan dan harga pangan di Kabupaten Nunukan berada dalam kondisi stabil. Dari hasil pengecekan di lapangan, berbagai kebutuhan pangan pokok tersedia dengan harga yang relatif stabil dan pasokannya lancar. Kondisi ini harus terus dijaga melalui sinergi seluruh pihak,” ujar Andriko setelah meninjau pasar Inhutani, Nunukan.

Hasil pemantauan tersebut selaras dengan indikator resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

Pada Juni 2026, Kabupaten Nunukan mencatat inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 2,08%, terendah di Provinsi Kalimantan Utara.

Kondisi ini mencerminkan pengendalian harga yang berjalan baik melalui koordinasi antarpemangku kepentingan serta kelancaran distribusi pangan di daerah.

Lebih lanjut, Andriko menilai posisi strategis Nunukan sebagai wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia menjadikan penguatan sistem logistik pangan sebagai kebutuhan yang semakin penting.

Selama ini, sebagian pasokan pangan masih didistribusikan dari Tarakan. Oleh karena itu, Badan Pangan Nasional mendorong pembangunan gudang Perum Bulog di Kabupaten Nunukan agar distribusi pangan semakin efisien dan memperkuat instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah perbatasan.

Baca Juga:  Percepatan Swasembada untuk Penuhi Pangan Dalam Negeri

Pemerintah Kabupaten Nunukan menyambut baik perhatian Bapanas terhadap penguatan sistem pangan di daerah perbatasan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Masniadi, menyatakan bahwa karakteristik Nunukan memang berbeda karena terdapat peredaran produk pangan dari Indonesia maupun Malaysia.

Meski demikian, lanjutnya, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produksi pangan dalam negeri agar mampu memperkuat kemandirian pangan daerah di masa mendatang.

“Nunukan memang memiliki karakteristik yang unik karena terdapat barang dari Malaysia maupun Indonesia. Namun, kami tetap mendorong agar produksi pangan dalam negeri terus meningkat sehingga ke depan Nunukan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” tutur Masniadi.

Hal senada disampaikan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan yang menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Satgas Pangan secara rutin melakukan pengawasan terhadap distribusi, pasokan dan harga pangan.

Pengawasan juga dilakukan terhadap arus masuk barang, baik dari dalam negeri maupun lintas perbatasan.

Hingga saat ini pasokan komoditas tetap aman, sedangkan produk pangan yang didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sulawesi dan Surabaya mampu bersaing dengan produk asal Malaysia.

Kasat Reskrim, sekaligus Satgas Pangan Polres Nunukan Wisnu menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah perbatasan melalui pengawasan yang berkelanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Kami senantiasa mengawal ketersediaan pangan dan stabilitas harga bersama seluruh stakeholder. Situasi yang saat ini sudah stabil harus terus kita pertahankan agar ke depan Nunukan semakin mampu mewujudkan kemandirian pangannya,” tegasnya.

Dari sisi pelaku usaha, dia menambahkan, para pedagang mengaku kondisi perdagangan di Pasar Inhutani saat ini berjalan cukup baik.

Menurutnya, pasokan komoditas pangan tetap lancar, harga relatif stabil dan kompetitif, serta daya beli masyarakat mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga:  Bapanas Dorong UMKM Pangan Lokal Bangkitkan Ekonomi Perdesaan

“Mereka berharap stabilitas tersebut dapat terus dipertahankan, sehingga kebutuhan pangan masyarakat tetap terjangkau dan aktivitas perdagangan semakin tumbuh,” ungkap Wisnu. I

 

Kirim Komentar