Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengikuti pemantauan arus mudik Idulfitri 2026 yang dipimpin oleh Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Kegiatan tersebut dihadiri menteri – menteri terkait, Panglima TNI dan Kapolri, serta perwakilan lembaga, bertempat di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.
Pada kesempatan ini, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati hadir mewakili Kepala BNPB yang sedang melakukan serangkaian kunjungan lapangan di Provinsi Aceh.
Kegiatan ini diawali dengan peninjauan ke dalam Kapal yang akan melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Bakauheni, dilanjutkan dengan rapat koordinasi antara pemerintah pusat dan stakeholders yang membahas kesiapan pelayanan, sarana dan prasarana yang ada di Pelabuhan Merak.
Mengingat sebagian warga sudah mulai libur panjang dan melakukan perjalanan mudik ke Pulau Sumatra dengan menyeberang dari Pelabuhan Merak ini.
Berdasarkan rapat ini, disimpulkan bahwa Pelabuhan Merak dinyatakan siap melayani para masyarakat yang akan mudik pada periode Idulfitri 2026.
Pihak pengelola telah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, selain itu kolaborasi dari pemerintah pusat dan daerah juga mendukung secara personel maupun peralatan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang akan melalui Pelabuhan Merak.
BNPB telah menyiapkan langkah – langkah untuk memberikan rasa aman dan mengurangi risiko dari dampak bencana yang akan terjadi.
Antara lain, mengedarkan Surat Edaran kepada Gubernur, Bupati dan Walikota tentang Antisipasi Siaga Bencana pada Periode Mudik dan Lebaran 2026.
Kemudian, Kepala BNPB telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna menyiapkan personel dan peralatan khususnya di titik yang rawan bencana.
Selain itu BNPB akan menerjunkan tim di setiap provinsi yang diprediksi akan terjadi mobilitas tinggi dan akan melakukan operasi modifikasi cuaca apabila diperlukan.
Pada kesempatan terpisah, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memberikan tips aman dalam melakukan perjalanan mudik bagi masyarakat.
Adapun tips yang pertama ialah, para calon pemudik diharapkan dalam keadaan sehat sebelum melakukan mudik, baik itu sehat secara fisik pemudik ataupun sehat bagi kendaraan yang akan dipergunakan dalam perjalanan.
“Bagi masyarakat pemudik, tentu saja setiap keluarga harus menyiapkan keluarganya masing – masing. Kendaraan harus di service, BBM dan cadangannya lengkap. Peralatan keamanan, rem dan ban harus siap,” ujarnya secara online dalam program Teropong Bencana edisi Siaga Lebaran 2026.
Selanjutnya, para pemudik diimbau untuk mengunduh aplikasi atau Platform InaRISK BNPB guna mengetahui potensi bencana di wilayah yang akan dilalui dan dituju.
Selain itu, InaRISK BNPB juga memiliki menu khusus Peta Jalur Mudik Aman Bencana pada tautan laman inarisk.bnpb.go.id/jalurmudik2026/.
Hal ini sebagai salah satu upaya bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri dan waspada terkait ancaman bencana yang mungkin terjadi.
“Pemudik agar mendownload InaRISK, sehingga saat bergerak dari satu titik ke titik lain betul – betul siap,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kepala BNPB mengungkapkan bahwa BNPB dan BPBD juga akan bersiaga di Posko Mudik Gabungan yang ada di daerah, sehingga jika terjadi bencana, sudah bersiaga dan akan bergerak cepat ke lokasi dan para pemudik dapat beristirahat pada posko tersebut.
“Sepanjang rute mudik ada pos gabungan, ada BNPB dan BPBD di dalamnya, kalau butuh bantuan mampir saja ke situ, jangan malu – malu,” katanya.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apa upaya dan langkah yang dilakukan BNPB dan BPBD dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan keamanan bagi para pemudik, dapat menyaksikan program Teropong Bencana edisi Siaga Lebaran 2026.
Program ini dengan narasumber Kepala BNPB, Kepala Pelaksana dan Perwakilan BPBD Provinsi Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur, serta Bali. I
