Brand atau merek bukanlah sekadar nama, demikian juga kepercayaan konsumen adalah modal, sedangkan industri yang kuat menjadi fondasi daya saing.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Disway Awards 2026 Trusted & Popular Brand, sekaligus memberikan apresiasi kepada 300 brand penerima penghargaan.
Pada Triwulan II/2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32% dengan PDB Rp1.102,88 triliun.
Ekspornya mencapai US$157,26 miliar sepanjang Januari – Juli 2026, dengan serapan hampir sebanyak 20 juta tenaga kerja.
Kini, dia menegaskan, tantangannya bukan hanya membuat produk Indonesia laku di negeri sendiri, tetapi membangun brand yang kuat, dipercaya dan mampu bersaing di pasar dunia.
“Selamat kepada 300 brand penerima Disway Awards 2026. Semoga apresiasi ini semakin mendorong lahirnya brand Indonesia yang kuat, dipercaya masyarakat dan mampu membawa produk Indonesia semakin kompetitif di dunia,” tutur Wamenperin Riza.
Berdasarkan data dari Kementerian Hukum dan World Intellectual Property Organization (WIPO), tercatat hingga akhir tahun sebelumnya, terdapat 897.580 pendaftaran merek di Indonesia yang tercatat masih aktif dan berlaku di Indonesia.
Menurut pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI) yang baru, termasuk brand dan desain industry, mengalami lonjakan signifikan sebesar 17,89%.
Sepanjang periode berjalan hingga Agustus 2026, Kementerian Hukum telah menerima 231.264 permohonan kekayaan intelektual baru.
Data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa menurut Direktori Industri Manufaktur terbaru yang dirilis BPS, terdapat 35.134 perusahaan industri skala besar dan sedang yang aktif di Indonesia.
Pertumbuhan usaha baru di tahun 2026, Kemenperin mencatat ada tambahan 1.236 perusahaan industri baru yang telah menyelesaikan tahap pembangunan dan siap memulai produksi komersial pertamanya sepanjang tahun ini.
Langkah tersebut didorong oleh target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas sebesar 5,51%. I
