Bulog Siapkan 146 Kios di Pasar Jaya Guna Stabilkan Harga Pangan

Perum Bulog menyiapkan 146 kios di pasar – pasar PD Pasar Jaya Jakarta guna menjaga stabilitas harga pangan strategis selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah melalui distribusi langsung ke pengecer.

Menurut Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, nanti di masing – masing pasar direncanakan pilot project untuk di wilayah Pasar Jaya di 146 pasar. “Nanti di masing – masing kios oleh Bulog disiapkan stoknya.”

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi bersama Perumda Pasar Jaya, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi Jakarta, serta para pemangku kepentingan terkait dalam rangka pengendalian inflasi dan penguatan distribusi pangan strategi.

Dia menjelaskan, langkah itu diambil setelah hasil inspeksi lapangan menemukan indikasi kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti minyak goreng dan cabai menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Rizal menuturkan, pihaknya akan menempatkan satu kios atau los di setiap pasar PD Pasar Jaya sebagai perpanjangan tangan Gudang Bulog.

Melalui kios tersebut, lanjutnya, pengecer dapat membeli beras, Minyakita dan gula langsung di pasar tanpa harus ke gudang BUMN pangan tersebut.

“Harapan kami ini bisa sepanjang waktu, bukan hanya Ramadan. Karena ini juga idenya baru muncul sekarang kita munculkan sekarang secepatnya supaya untuk menekan harga – harga ini supaya tidak naik,” ungkapnya.

Skema itu diharapkan mempercepat distribusi, memangkas ongkos angkut dan menghilangkan alasan kelangkaan stok yang kerap memicu kenaikan harga di tingkat pengecer.

“Harapannya semakin memberikan kemudahan dan meringankan para pengecer dan tidak ada lagi alasan pengecer menaikkan harga. Kalau kemarin alasannya cari stoknya susahlah atau cari bahannya susah,” tuturnya.

Bulog hanya akan melayani pengecer resmi yang direkomendasikan Pasar Jaya dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai ketentuan regulasi perdagangan.

Baca Juga:  Bulog Siapkan 3.680 Ton Beras untuk Warga Aceh

Selain penyediaan kios, lanjut Rizal, pihaknya mendapat dukungan dari PD Pasar Jaya Jakarta yang juga akan memasang papan informasi harga komoditas strategis guna memastikan jual beli pangan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pembelain (HAP).

Daftar harga pangan komoditas strategis, seperti beras Minyakita, gula dan tepung akan ditampilkan agar memudahkan pengawasan Satgas Pangan dan mencegah praktik harga di atas ketentuan.

Program kios itu ditargetkan mulai terealisasi pekan depan, mengantisipasi lonjakan belanja masyarakat pada minggu kedua dan ketiga Ramadhan.

Dirut Bulog menegaskan Provinsi Jakarta menjadi prioritas karena berperan sebagai barometer nasional, sehingga stabilitas harga di ibu kota berdampak luas ke daerah lain.

Untuk memperkuat pelaksanaan program, rencana penyediaan kios akan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bulog dan Pemerintah Provinsi Jakarta.

Nota kesepahaman tersebut menjadi dasar hukum kerja sama distribusi pangan di pasar – pasar Pasar Jaya, sekaligus memastikan seluruh mekanisme berjalan sesuai aturan dan prosedur pengawasan

“DKI kita prioritaskan dulu sambil paralel jalan juga ke provinsi lain kayak Jawa Barat, Jawa Timur juga sudah kami perintahkan sekarang,” kata Rizal. I

Kirim Komentar