Kemenperin Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia – Jepang

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menerima kunjungan Gubernur Prefektur Aichi Hideaki Ohmura beserta delegasi untuk membahas penguatan kerja sama di bidang industri, investasi, inovasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Pertemuan tersebut juga membahas mengenai kolaborasi global melalui ASIA EXPO 2027 untuk mendorong transformasi industri nasional yang berdaya saing, berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian kedua negara.

“Sebagai salah satu pusat manufaktur terkemuka di Jepang, Prefektur Aichi memiliki keunggulan pada sektor otomotif, dirgantara (aerospace), robotika dan teknologi manufaktur maju, sehingga menjadi mitra strategis bagi Indonesia dalam mempercepat transformasi industri nasional,” kata Wamenperin Riza.

Pemerintah Indonesia, dia menambahkan, akan mengirim perusahaan dalam negeri pada pagelaran ASIA EXPO 2027 di Jepang, sekaligus memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang.

“Dengan mengikuti ASIA EXPO 2027, maka peluang investasi dan lapangan kerja semakin terbuka dari berbagai industri, seperti pengembangan industri otomotif, pemanfaatan energi dan bahan bakar alternatif hingga penguatan ekosistem startup berbasis teknologi, serta inovasi industri,” jelas Wamenperin Riza.

Menurutnya, pemerintah juga menegaskan komitmen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan koordinasi, penyediaan informasi kebijakan dan regulasi.

Selain itu, kata Wamenperin Riza, komitmen Kemenperin juga untuk penguatan sinergi dengan Aichi Support Desk Jakarta guna mendukung perusahaan – perusahaan Jepang yang berinvestasi dan berkembang di Indonesia.

“Indonesia semakin menarik di mata investor asing dan beberapa perusahaan di tanah air siap tampil di ASIA EXPO 2027,” ungkapnya.

Kemenperin, dia menambahkan, turut menyambut baik undangan untuk berpartisipasi dalam ASIA EXPO 2027 di Prefektur Aichi sebagai wadah strategis untuk memperkenalkan kapabilitas industri manufaktur Indonesia, memperluas jejaring bisnis internasional, sekaligus membuka peluang investasi, kemitraan dan kolaborasi yang saling menguntungkan.

Baca Juga:  OJK Cabut Izin 15 BPR dan BPRS Guna Lindungi Konsumen

“Saya optimistis, hubungan Indonesia dan Jepang akan semakin erat melalui peningkatan investasi, percepatan alih teknologi, pengembangan SDM yang kompeten, dan penguatan kerja sama industri yang berkelanjutan,” tutur Wamenperin Riza.

Dia menegaskan bahwa sinergi ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing industri dan kemajuan kedua negara. I

 

Kirim Komentar