Hujan dengan intensitas tinggi di Kota Padang sejak Sabtu siang (10/10) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Sebanyak 238 jiwa dari 498 warga terdampak telah dievakuasi oleh Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan ke tempat aman.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Hendri Zulviton, banjir mulai melanda setelah hujan lebat mengguyur sejak pukul 12.00 WIB dengan laporan awal kejadian diterima dari wilayah Kuranji pada pukul 12.52 WIB.
“Wilayah terdampak tersebar di tiga kecamatan, yakni Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji,” ujarnya di Kota Padang.
Berdasarkan data sementara, BPBD Kota Padang hingga pukul 22.45 WIB, rincian warga terdampak meliputi Kecamatan Kuranji sebanyak 245 jiwa (Kelurahan Kuranji), Kecamatan Koto Tangah sebanyak 208 jiwa (75 jiwa di Kelurahan Lubuk Minturun, ada 133 jiwa di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto) dan Kecamatan Nanggalo sebanyak 45 jiwa (Kelurahan Tabing Banda Gadang).
Selain merendam 120 unit rumah, dengan rincian 60 unit di Kuranji, 40 unit di Lubuk Minturun dan 20 unit di Tabing Banda Gadang, banjir juga merusak infrastruktur bangunan. Di Kuranji, ada 4 unit rumah mengalami rusak sedang dan satu rumah mengalami rusak berat.
Akses jalan masyarakat di sekitar PDAM daerah Guo, Kuranji, juga dilaporkan terputus akibat terjangan air. Kondisi jalan yang terendam banjir turut menjadi kendala mobilitas petugas di lapangan.
Proses penanganan darurat banjir dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan personel, peralatan, dan logistik hingga luasnya cakupan wilayah yang terdampak.
Tim SAR Gabungan yang melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar), Pemko Padang, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat saling membantu evakuasi warga dengan menggunakan perahu penyelamatan, mobil SAR, truk serba guna, serta perlengkapan keselamatan air.
Evakuasi terbanyak tercatat di Perumahan Lumin Park, Kelurahan Lubuk Minturun, dengan 178 jiwa yang dievakuasi dari kawasan Cluster Grandia dan Lumin Park.
Evakuasi lainnya dilakukan di Lapau Munggu dan Guo (Kuranji), serta Perumahan Abi dan Kampung Apa (Koto Panjang Ikua Koto).
Sebagai langkah penanganan darurat lanjutan, BPBD menekankan perlunya perbaikan segera pada tanggul yang jebol di aliran Sungai Lapau Munggu, Kuranji.
BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat memicu bencana susulan, seperti banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang.
“Masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras kembali terjadi. Data mengenai jumlah warga terdampak dan kerusakan infrastruktur masih dinamis seiring perkembangan situasi di lapangan,” jelas Hendri. I






