Generasi muda, khususnya Generasi Z menjadi kunci dalam mendorong transformasi pariwisata Indonesia menuju arah yang lebih berkelanjutan.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati mengatakan hal tersebut dalam Webinar STDev Circle Seri 3 bertema Perspektif dan Prakarsa Kaum Muda Gen Z: Strategi dan Gerakan Aksi Kepariwisataan Berkelanjutan di Jakarta.
Dia menegaskan, generasi muda, khususnya Generasi Z, memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penikmat, tetapi juga sebagai penggerak perubahan.
Menurutnya, kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kekuatan utama generasi muda dalam mendorong lahirnya pariwisata yang lebih bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan.
“Dengan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan kekuatan digital, generasi muda dapat mendorong lahirnya pariwisata yang lebih bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Ni Luh.
Dia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan generasi muda menjadi kunci penting dalam memperkuat arah pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
Melalui forum ini, lanjutnya, diharapkan lahir berbagai gagasan baru yang mampu mendorong transformasi sektor pariwisata ke arah yang lebih berkelanjutan.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata Frans Teguh menegaskan, generasi muda tidak hanya berperan sebagai penggerak kreativitas, tetapi juga sebagai target pasar yang strategis.
“Ini menjadi peluang, sekaligus tantangan yang perlu dimanfaatkan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan,” tegasnya.
Dia mencontohkan sejumlah isu yang dapat menjadi ruang kontribusi generasi muda, seperti pengolahan limbah makanan dan pengelolaan sampah.
Menurutnya, gerakan – gerakan ini penting untuk menjadikan pariwisata sebagai bagian dari solusi bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masa depan.
“Saya kira gerakan – gerakan ini semakin kita butuhkan karena kita ingin menjadi bagian dari solusi untuk kehidupan saat ini dan masa mendatang,” ungkap Frans.
Dia menekankan pariwisata berkelanjutan erat kaitannya dengan praktik berwisata yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, sekaligus upaya mewariskan nilai-nilai positif bagi generasi mendatang.
Frans berharap forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi mampu mendorong aksi nyata yang relevan.
Rektor Universitas Pelita Harapan Jonathan L. Parapak mengatakan, peran generasi muda dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan akan sejalan dengan penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional. “Untuk pariwisata masa depan, kita harus bersiap lebih baik lagi.”
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong keterlibatan generasi muda sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. I






