PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Bale Pakuan (Gedung Negara Pakuan), Kota Bandung.
Salah satu agenda RUPST adalah penetapkan jajaran direksi dan komisaris.
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi berharap kinerja Bank BJB 2026 bisa lebih baik di bawah jajaran direksi dan komisaris baru.
Sejumlah indikatornya di antaranya biaya operasional menurun, deviden meningkat, kualitas kredit membaik dan jumlah dana pihak ketiga semakin besar.
Pada 2025, Bank BJB mencatatkan kinerja yang solid. Total aset meningkat menjadi Rp221,3 triliun, menjadikan bank BJB sebagai BPD dengan aset terbesar di Indonesia.
Capaian ini tidak terlepas dari penguasaan pasar yang kuat, dukungan teknologi yang terus ditingkatkan dan kolaborasi erat dengan pemegang saham utama.
Gubernur Dedi, dia telah merekomendasikan orang – orang berintegritas untuk masuk jajaran direksi dan komisaris yang baru, termasuk nama Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
“Saya merekomendasikan orang – orang dalam BJB yang menurut saya memiliki integritas,” ujarnya.
Menurut Gubernur Dedi, Susi Pudjiastuti memiliki kapasitas dalam memberikan nasihat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam pengambilan keputusan.
Selain penetapkan jajaran direksi dan komisaris, agenda lain yang dibahas dalam RUPST 2025, yaitu persetujuan atas Laporan Tahunan, penetapan penggunaan laba bersih perseroan tahun buku 2025 dan persetujuan atas penunjukkan akuntan publik dan kantor akuntan publik 2025.
Agenda lainnya adalah pengkinian Rencana Aksi Pemulihan Bank BJB dan perubahan anggaran dasar perseroan. I
