Danantara Indonesia, melalui PT Garam (Persero) memulai groundbreaking tiga proyek strategis dalam rangka hilirisasi dan mendukung swasembada garam nasional.
Menurut Direktur Utama PT Garam (Persero) Abraham Mose, satu kehormatan bagi PT Garam dapat menjadi bagian strategis.
“Momentum hari ini menegaskan arah dari PT Garam dari komoditas menuju industri garam modern, terintegrasi, berbasis teknologi dan berdaya saing global,” katanya.
Ketiga proyek PT Garam yang groundbreaking adalah sebagai berikut:
a. Proyek pabrik garam bahan baku industri menggunakan teknologi MVR.
Lokasi: Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur.
Kapasitas produksi: 200.000 ton per tahun
Nilai investasi: Rp2 triliun
Serapan tenaga kerja: 200 orang.
“Pelaksanaan proyek dilakukan skema melalui join operation PT Garam, PT Putra Arga Binangun dan China Engineering Indonesia, mengedepankan efisiensi teknologi berkelanjutan,” jelas Abraham.
b. Proyek pabrik bahan baku industri menggunakan teknologi MVR.
Lokasi: Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.
Kapasitas produksi: 100.000 ton per tahun.
Nilai investasi: Rp1 triliun.
Serapan tenaga kerja: 150 orang.
c. Proyek pabrik garam olahan Segoro Madu.
Lokasi: Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.
Kapasitas produksi: 80.000 ton per tahun.
Nilai investasi: Rp 112 miliar.
Serapan tenaga kerja: 200 orang.
“Proyek ini didanai sepenuhnya oleh PT Garam. Ini merupakan komitmen internal perusahaan dalam memperkuat hilirisasi produk bernilai tambah,” ungkap Abraham.
Dia menambahkan, ketiga proyek itu akan menambah kapasitas produksi PT Garam sebesar 380.000 ton per tahun.
Abraham juga melaporkan PT Garam masih memiliki tujuh proyek yang akan groundbreaking tahun ini.
Salah satunya berada di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP).
Proyek – proyek tersebut, kata Abraham, hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan manifestasi transformasi PT Garam menuju industri garam teintegrasi berbasis teknologi hilirisasi dan kemitraan strategis.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Danantara Indonesia atas inisiasi, dukungan nyata dalam mendorong hilirisasi nasional. Sinergi ini menjadi pondasi kuat bagi PT Garam untuk kontribusi nyata dalam ketahanan industri, penciptaan lapangan kerja dan kemandirian garam nasional,” tuturnya. I
