HOTEL DI SUMATRA UTARA DAPAT MANFAATKAN RANTAI PASOK UMKM LOKAL

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Unodi sela rapat Pra Temu Blonis untuk mempertemukan UMKM Ekonomi Kreatif dan Industri Hotel di Kota Medan dan Sektarya, sekaligus pameran di Hotel Four Points by Sheraton Medan, Kamis (14/4/2022). (Istimewa)
Bagikan Artikel

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong pengusaha perhotelan di Sumatra Utara, khususnya di Medan untuk ikut memperkuat rantai pasok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan memanfaatkan produk lokal.

Menten Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, penguatan rantai pasok ini dilakukan sebagai upaya mencapai target persentase kontribusi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 12%-13%.

“Yang paling penting tahun ini kita ingin menciptakan 1,1 juta Lapangan kerja baru, yaitu 400.000 lapangan kerja di sektor pariwisata dan 700.000 di sektor ekonoms kreatif,” ujarnya saat rapat Pra Temu Blonis untuk mempertemukan UMKM Ekonomi Kreatif dan Industri Hotel di Kota Medan dan Sektarya, sekaligus pameran di Hotel Four Points by Sheraton Medan, Kamis (14/4/2022).

Sandiaga mendorong agar para pelaku UKMK terus berinovasi dalam upaya memperkuat rantai pasok produk yang bisa mendukung sektor perhotelan, karena menurutnya ada beberapa UMKM yang bergerak di subsektor fesyen, kuliner, dan kriya yang berpotensi untuk menyuplai kebutuhan hotel.

“Saya ingat tanda di sandal hotel yang pakai motif tenun ulos itu cantik sekali. Juga menurut saya, substitusi produk impor, seperti makanan potato chips dan welcome drink olahan lokal akan kita kedepankan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Utara Zumni Sulthony mengapresiasi upaya Kemenparkraf dalam memperkuat rantai produk UMKM lokal di Sumatra Utara.

“Sebenarnya di industri perhotelan itu ada banyak kebutuhan yang belum matching dengan apa yang dilakukan oleh UMKM. Ini adalah langkah awal bagi industri pariwisata di Sumatra Utara untuk meningkatkan produk dan pemasaran UMKM,” jelasnya. I

 

Kirim Komentar

Bagikan Artikel