Indeks Perkembangan Harga Pangan Komoditas Unggas Terkendali

Pengendalian fluktuasi harga pangan secara nasional hingga minggu kedua Mei 2026 relatif terkendali.

Program intervensi pangan yang dilaksanakan pemerintah secara kolaboratif mulai membuahkan hasil yang progresif, meskipun masih terdapat tantangan yang patut diwaspadai.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan, implementasi program intervensi pangan sudah berjalan cukup baik saat memimpin Rapat Pengendalian Inflasi di Jakarta, baru – baru ini.

Menurutnya, kendala distribusi pasokan pangan turut mendapat sorotan sebagai kendala yang harus diatasi pemerintah.

“Masih dominan itu masalah cabai merah, padahal cabai itu kita sebetulnya sudah swasembada. Ini pastinya masalahnya distribusi. Kemudian minyak goreng, bawang merah, gula pasir, beras relatif terkendali. Perlu kita waspadai betul, tentu komoditas beras, ini makanan pokok. Minyak goreng itu juga penting sekali, daging sapi dan daging ayam ras,” jelas Tito.

Pada posisi daging ayam ras relatif terkendali, sedangkan 232 daerah mengalami penurunan kabupaten kota.

“Ini cukup baik artinya intervensi cukup baik dari Bulog maupun dari Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian bagus,” tegas Mendagri.

Dalam data perubahan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu kedua Mei 2026, daging ayam ras mencatatkan penurunan IPH pada 232 kabupaten/kota.

Sementara itu, telur ayam ras lebih banyak lagi dengan penurunan IPH pada 246 kabupaten/kota. Kedua produk ternak unggas tersebut memang mencatatkan deflasi pada April lalu.

“Kita masih bersyukur bahwa inflasi year on year masih di angka 2,42% di bulan April. Namun, bulan Mei ini kita harus mengamati betul perkembangan dari dampak, terutama kenaikan harga minyak dan juga kurs mata uang,” tutur Mendagri.

Guna ada eskalasi supaya tak terjadi deflasi yang terdalam pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras, pemerintah terus bergerak melaksanakan intervensi mulai dari hulu sampai hilir.

Baca Juga:  ILMATE Jadi Unggulan Sektor Manufaktur dan Ekonomi Nasional

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, pentingnya keseimbangan dan kewajaran harga.

“Kami akan lakukan intervensi justru terhadap rendahnya harga ayam ras tingkat peternak. Ini di bawah Harga Acuan Pembelian sudah 8%. Kemudian, telur ayam ras sudah 8%. Ini sudah berteriak peternak. Ini yang akan kami dorong juga mengembalikan. Ini dibawah HAP tapi harus naikkan lagi, tentu akan berdampak pada IPH,” jelasnya.

Dalam pantauan harga di tingkat produsen sampai 17 Mei 2026, rerata harga secara nasional untuk ayam pedaging hidup berada di Rp22.783 per kilogram (kg) atau 8,87% dibawah HAP yang ditetapkan di Rp25.000 per kg.

Sementara itu, telur ayam ras berada di Rp24.356 per kg atau 8,09% dibawah HAP Rp26.500 per kg.

Prinsip keseimbangan dan kewajaran harga dalam rantai pasok pangan yang diutamakan pemerintah untuk menjaga produksi dalam negeri terus terjaga.

Sementara itu, level harga di konsumen juga tidak boleh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang sudah ditetapkan.

“Kami juga segera action bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan dalam rangka menstabilkan kembali harga telur ayam ras di tingkat produsen. Kami bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional untuk bisa menyerap langsung ke peternak. Jangan sampai harga sudah terlanjur dibawah, malah terjadi demo dan lain sebagainya,” ujar Ketut.

Selanjutnya, Kepala Badan Gizi Nasional sudah menandatangani pendistribusian SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) jagung.

“Ini membantu sekali. Jagung di tingkat peternak ini berkisar antara Rp6.700-an, SPHP ini diberi harga Rp5.000-an. Ini sangat berarti. Dengan bantuan SPHP jagung ini, mereka bisa menikmati keuntungan yang masih wajar,” katanya.

Baca Juga:  KEMENPAREKRAF SALURKAN PEMBIAYAAN PENGEMBANGAN BISNIS

Dalam program SPHP jagung pakan, untuk harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp5.000 per kg dengan pengambilan di Gudang Bulog dan harga maksimal di Rp5.500 per kg di tingkat peternak.

Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam SK Menteri Pertanian.

Hingga 17 Mei, Perum Bulog telah menyalurkan SPHP jagung pakan hingga 5.970 ton.

Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur tercatat paling tinggi di angka 4.390 ton. Kemudian, Kanwil Jawa Tengah 1.140 ton, Kanwil Yogyakarta 270 ton, Kanwil Jawa Barat 113 ton, Kanwil Sulsel Sulbar 35,6 ton, Kanwil Nusa Tenggara Barat 9,8 ton, dan Kanwil Riau Kepri 0,5 ton.

Adapun untuk saat ini target salur secara nasional sebanyak 213.200 ton. Stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) sendiri per 18 Mei 2026 berada di angka 234.000 ton.

Secara beriringan, Bapanas memastikan Bulog terus melakukan penyerapan jagung produksi dalam negeri yang capaiannya telah menyentuh 194.200 ton sejak awal tahun 2026 sampai 18 Mei 2026. I

Kirim Komentar