Indonesia Bukan Hanya Pasar Otomotif

Indonesia kini bukan sekadar pasar produk industri, melainkan juga sebagai basis produksi, rantai pasok dan tujuan investasi otomotif kawasan.

“Saatnya Indonesia menjadi pemain utama industri otomotif global,” kata  Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza pada pembukaan pameran Automechanika Jakarta 2026 yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten.

Dia menjelaskan, pameran suku cadang, komponen dan teknologi digital Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026 menjadi tolok ukur baru di industri otomotif Indonesia.

Wamenperin Riza menyebutkan bahwa kehadiran pameran ini menjadi penilaian baru di sektor otomotif global terhadap potensi Indonesia.

“Ini menunjukkan bahwa industri otomotif global kini memandang Indonesia secara berbeda. Kita tidak lagi menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi, mitra rantai pasok dan pusat regional untuk investasi,” jelasnya.

Menurut Wamenperin Riza, posisi tersebut didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia yang tetap tumbuh di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,29% pada Kuartal II/2026.

Dia menuturkan, industri manufaktur nonmigas juga terus menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 5,32% dan kontribusi 16,83% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dari sisi investasi, Wamenperin Riza menyebutkan, sektor tersebut menyumbang 38,98% dari total investasi nasional, dengan nilai sekitar Rp200 triliun, sedangkan ekspor pada periode Januari hingga Juni 2026 tercatat sebesar 82,03%.

Sementara itu, lanjutnya, Indonesia saat ini menjadi pasar kendaraan roda dua terbesar ketiga di dunia.

Penjualan sepeda motor domestik pada tahun 2026 mencapai 4,3 juta unit atau tumbuh 2,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Ini adalah kesempatan besar untuk pengguna teknologi tinggi.”

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan terus mendukung industri otomotif nasional dan bekerja sama untuk menguasai teknologi baru untuk meningkatkan industri domestik dan menjadikan Indonesia pemain utama dalam pengembangan industri otomotif.

Baca Juga:  Kemenperin Gandeng JICA Pacu Digitalisasi IKM Komponen Otomotif

Menurut data Kemenperin, produksi kendaraan bermotor mencapai 859.000 unit atau tumbuh 13,4% selama Januari – Agustus 2026.

Mengenai data wholesales naik 20,1%, dengan ekspor Completely Knocked Down (CKD) sekitar 33%, ekspor komponen kendaraan bermotor melonjak hingga 41%.

Sementara itu, pada pasar domestik dalam kruuwn waktu Januari – Agustus 2026, terdata kepemilikan mobil baru mencapai 99 unit per 1.000 penduduk, dengan target 150 unit dan potensi penjualan sekitar 1,5 juta unit per tahun.

“Pada program Low Carbon Emission Vehicle atau LCEV atau kendaraan bermotor roda empat dengan emisi karbon rendah ada 18 perusahaan, dengan pemasok lokal meningkat sekitar 127% dari 142 peursahaan menjadi 322 perusahaan,” ujar Wamenperin Riza.

Mengenai target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik nasional saat ini sekitar 40%, sedangkan pada periode 2027 – 2029 sebesar 60% dan mulai dari tahun 2030 sekitar 80%.

“Peluang investasi juga terbuka luas, mulai dari kendaraan, baterai, motor listrik, elektronika daya hingga sistem manajemen baterai,” ungkapnya

Wamenperin Riza menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar, tetapi haru menjadi pemain utama otomotif regional dan global. I

 

Kirim Komentar