Webinar Pembahasan Kerja Sama Bidang Parekraf antara Indonesia dan Thailand pada Jumat (2/7/2021). (Istimewa)
Bagikan Artikel

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno membahas peluang atau potensi kerja sama bilateral bersama dengan Duta Besar Indonesia untuk Thailand Rachmat Budiman.

Pembahasan kerja sama bidang bidang pariwisata dan ekonomi kreatif antara Indonesia dan Thailand ini dilakukan secara daring pada Jumat (2/7/2021).

Peluang dan potensi antarkedua negara ini di antaranya tentang adaptasi sistem Phuket Sandbox di destinasi-destinasi green zone di Indonesia, seperti 3B (Bali, Bintan, Batam).

Sebagaimana diketahui Phuket selama ini menjadi salah satu wilayah penggerak ekonomi yang paling signifikan di Thailand.

Selain itu, pembahasan lainnya mengenai kerja sama di subsektor musik dangdut hingga peluang kerja sama di sektor wisata olahraga (sport tourism).

“Saya sangat tertarik dengan peluang kerja sama untuk musik tradisional Dangdut dan Luktung, bisa kita kerja samakan di era digitalisasi karena dampaknya pasti akan jauh lebih besar,” ujar Sandiaga.

Berikutnya adalah dengan sport tourism, karena Phuket ini sudah menjadi episentrum bagi sport tourism. Sementara kita, punya Lima Destinasi Super Prioritas (5 DSP) yang beberapa di antaranya diarahkan ke sport tourism.

Turut mendampingi Menparekraf dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu B. Tarunajaya, dan Deputi Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Fadjar Hutomo.

Selain itu, hadir pula, Deputi Pengembangan Destinasi & Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Yuana Rochma Astuti, dan Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf Raden Sigit Witjaksono.

Menurut Sandiaga, Indonesia telah banyak belajar dari Thailand dalam pengelolaan pariwisata dan produk ekonomi kreatif, karena sektor parekraf Thailand selama ini banyak digemari pasar Eropa.

Dia berharap dengan adanya kerja sama Indonesia dan Thailand nantinya, akan membuat sektor parekraf Indonesia dapat meningkat secara kualitas.

“Lebih baik sekarang difokuskan pada kualitas dan kita pilah-pilih pariwisata yang bernilai tambah, berkelanjutan lingkungan, dan juga menghadirkan experience yang sedikit berbeda yang akhirnya pasar dari Eropa itu bisa kita pikirkan untuk extension ke Bali atau ke 5 DSP,” tuturnya.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Thailand Rachmat Budiman menyambut baik langkah kerja sama antara kedua negara.

Dia menjelaskan, perhatian masyarakat Thailand terhadap Indonesia sangat tinggi dari segi sosial dan budaya, tinggal bagaimana kemudian Pemerintah Thailand bisa mendorong masyarakatnya untuk berkunjung ke Indonesia.

“Di Thailand, saat ini justru peluang kerja sama yang besar ada di sektor ekonomi kreatifnya. Di sisi lain, kita sudah ada MoU yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, khususnya di bidang pengembangan digital dan musik,” jelasnya.

Jadi, Rachmat menambahkan, ini waktunya untuk melangkah mengimplementasikan kesepakatan yang ada dan menggarap peluang-peluang yang sudah terbuka.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat Thailand akan membuka diri bagi wisatawan mancanegara bisa masuk negara itu melalui sistem Phuket Sandbox yang memungkinkan wisatawan dapat mengeksplor destinasi Phuket.

Namun, Rachmatr menyatakan, untuk saat ini Indonesia belum termasuk dalam daftar negara yang dapat menikmati fasilitas tersebut.

“Indonesia tidak termasuk dalam negara-negara yang dapat menikmati Phuket Sandbox. Ini baru untuk Brunei, Kamboja, Laos, dan Singapura. Namun, kita dapat terus menggali peluang kerja sama di bidang pariwisata,” tuturnya. I

 

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here