Indonesia Harus Mandiri Obat

Penguatan industri farmasi nasional menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan kesehatan Indonesia.

Menurut Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, dengan pasar farmasi nasional yang telah mencapai sekitar US$11 miliar dan didukung oleh lebih dari 281 juta penduduk, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan farmasi di kawasan.

“Indonesia harus mandiri obat, sehingga perlu mempercepat penguatan industri hulu farmasi nasional,” katanya saat kunjungan ke PT Kimia Farma Bandung, Jawa Barat.

Wamenperin Riza menjelaskan, di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan rantai pasok dunia, penguatan industri farmasi nasional menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan kesehatan Indonesia.

“Saya cek langsung ke fasilitas produksi PT Kimia Farma dan menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan dan kemandirian industri farmasi nasional sebagai bagian dari strategi menjaga keamanan kesehatan Indonesia,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa kunjungan ke fasilitas produksi PT Kimia Farma Bandung, Jawa Barat menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kemandirian farmasi nasional.

Saat ini, Wamenperin Riza mengatakan, kinerja sektor kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 8,98% pada Triwulan I/2026. “Ini menunjukkan optimisme dan daya tahan industri nasional.”

Meski 91% kebutuhan obat dalam negeri telah dipenuhi oleh industri farmasi nasional, lanjutnya, tantangan ketergantungan terhadap impor bahan baku obat masih perlu terus diatasi.

“Oleh karena itu, penguatan industri hulu menjadi langkah strategis untuk membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” tuturnya.

Wamenperin Riza memberikan apresiasi kepada PT Kimia Farma dan PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia yang terus berkontribusi dalam pengembangan bahan baku obat dalam negeri.

Saat ini, Indonesia telah mampu memproduksi 42 jenis bahan baku obat, dengan 37 jenis di antaranya siap digunakan oleh industri farmasi nasional.

Baca Juga:  Kementan Kejar Target 97.000 Hektare Tebu

“Pemerintah akan terus mendorong penggunaan produk dalam negeri, penguatan TKDN, penyempurnaan regulasi dan pemberian berbagai insentif guna meningkatkan daya saing industri farmasi nasional,” ujarnya.

Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan industri, Wamenperin Riza menambahkan, pemerintah optimistis dapat mewujudkan industri farmasi Indonesia yang semakin mandiri, berdaya saing global dan berkelanjutan demi mendukung ketahanan kesehatan nasional. I

Kirim Komentar