Pemerintah bergerak cepat menangani kerusakan Hunian Sementara (Huntara) akibat bencana angin puting beliung akibat cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Aceh Utara.
Dalam peninjauan langsung ke lokasi terdampak di Kecamatan Langkahan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan seluruh huntara yang rusak kini telah selesai diperbaiki dan sudah dapat kembali ditempati oleh masyarakat secara aman.
Adapun total jumlah Huntara para penyintas bencana Hidrometeorologi Siklon Senyar beberapa waktu lalu ini yang telah diperbaiki berjumlah 72 unit dengan rincian, 14 unit rusak berat, 29 unit rusak sedang dan 29 unit rusak ringan.
Huntara terdampak tersebut tersebar di enam desa, yaitu Desa Langkahan, Desa Rumoh Rayeuk, Desa Geudumbak, Desa Buket Linteung, Desa Alue Krak Kaye, dan Desa Lebok Pusaka.
“Artinya, sekecil apa pun permasalahan di lapangan, kami dari pemerintah pusat melalui BNPB atas arahan Bapak Presiden selalu memonitor dan segera mengambil langkah perbaikan. Alhamdulillah, Huntara yang sebelumnya rusak diterjang angin puting beliung saat ini sudah diperbaiki seluruhnya dan masyarakat yang sempat mengungsi telah kembali ke hunian masing-masing,” ujarnya.
Selain memastikan penanganan darurat berjalan baik, Kepala BNPB juga meminta kepada Pemerintah Daerah setempat untuk segera mengawal proses transisi hunian bagi para penyintas bencana menuju Hunian Tetap (Huntap) agar tidak terlalu lama tinggal di Huntara.
“Dalam kesempatan ini juga saya ingin menekankan kepada para pejabat daerah agar segera diajukan data dari pemerintah daerah, berapa pun dapatnya, kita segera bangun Huntap. Paling tidak di tahun 2026 sebagian sudah pindah ke hunian tetap, tidak semuanya tinggal di Huntara,” jelasnya.
Selain meninjau Huntara yang telah selesai diperbaiki, dalam agenda tersebut Kepala BNPB juga menyerahkan langsung bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan harian para penghuni Huntara. I





