Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengoordinasikan pemerintah daerah (pemda) untuk menyiapkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
Dalam keterangan tertulis Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Menteri Dalam Negeri (mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa pemerintah mengoptimalkan aset – aset daerah yang belum dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Diharapkan anak – anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat ini yang diambil dari desil 1 dan desil 2, 20% rakyat yang miskin atau miskin ekstrem, tidak mampu, itu dipilih khusus untuk mereka agar mereka mendapat pendidikan yang baik, yang layak dan Insyaallah, semoga Tuhan memberkati mereka kemudian ke depan mereka akan lebih maju, lebih baik daripada orang tuanya,” katanya.
Mendagri menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peletakan batu pertama proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, sekaligus menyalurkan bantuan kepada guru dan siswa.
Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil satu dan desil dua atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh akses pendidikan yang layak.
Dia menambahkan, Sekolah Rakyat akan dibangun dengan desain arsitektur yang seragam di seluruh Indonesia.
Sekolah Rakyat akan dilengkapi juga dengan asrama, ruang kelas, ruang guru dan lapangan olahraga.
Menurut Mendagri, Program Sekolah Rakyat lahir dari kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap anak – anak yang belum memperoleh kesempatan pendidikan secara layak.
Dia menegaskan bahwa Presiden memandang negara memiliki tanggung jawab untuk hadir bagi anak – anak terlantar sebagaimana diamanatkan dalam Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Saya tahu bahwa ini keinginan dari Bapak Presiden dan betul – betul ini ide mungkin dari Bapak Presiden yang setahu saya, karena dua faktor utama. Beliau memahami betul keinginan para pendiri negara bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri didampingi oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tri Tito Karnavian menyerahkan bantuan berupa 45 paket sembako untuk guru Sekolah Rakyat, 88 botol minum (tumbler) bagi siswa dan secara simbolis menyerahkan kartu tanda penduduk elektronik pemula kepada dua siswa.
Tri juga mengajak para siswa membiasakan menggunakan botol minum isi ulang untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Bersama para peserta, dia turut melakukan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. I







