Kemenpar Dorong Kolaborasi Strategis Pariwisata Regional

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi penyelenggaraan Travel Meet Asia 2026 sebagai platform strategis bagi industri perjalanan di Asia untuk membangun kemitraan, bertukar ide dan membentuk masa depan pariwisata.

Di tengah lanskap global yang berkembang pesat, katanya, sektor pariwisata terus menunjukkan ketangguhannya serta kemampuannya dalam menyatukan masyarakat, pelaku bisnis dan negara.

“Lebih dari sekadar pasar, acara ini berfungsi sebagai wadah untuk membangun kemitraan, bertukar ide, dan membentuk masa depan pariwisata di kawasan kita dan sekitarnya,” ujarnya saat membuka Travel Meet Asia 2026 di Swissotel PIK Avenue, Jakarta.

Travel Meet Asia 2026 yang dilaksanakan pada 23 – 24 Juni 2026, merupakan bursa pariwisata internasional Business-to-Business (B2B) yang diselenggarakan oleh Messe Berlin Asia Pacific dan didukung oleh ITB Asia serta Association of The Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA).

Ajang ini mempertemukan agen perjalanan, operator tur, pelaku industri perhotelan, maskapai penerbangan, serta berbagai pemangku kepentingan pariwisata untuk menjajaki peluang kerja sama, sekaligus memperluas akses pasar.

Tahun 2026, forum tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta, 500 buyers, 100 eksibitor dari 16 negara, dan 60 pembicara.

Menpar mengatakan, pariwisata merupakan salah sektor paling dinamis di dunia. Menurut UN Tourism (Organisasi Pariwisata Dunia), kedatangan wisatawan internasional mencapai 1,52 miliar secara global pada tahun 2025, yang menunjukkan peningkatan sebesar 4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, sektor pariwisata Indonesia tumbuh dengan kecepatan yang jauh di atas rata – rata global, mencatat peningkatan sebesar 10,8% dalam kedatangan wisatawan mancanegara pada tahun 2025.

Pada tahun yang sama, pariwisata Indonesia menghasilkan devisa sebesar US$18,27 miliar.

Sektor ini juga menyerap 25,9 juta lapangan kerja dan menjadi salah satu sektor penghasil lapangan kerja terbesar di Indonesia.

Baca Juga:  KEMENPAREKRAF DAN AUSTRALIA-INDONESIA INSTITUTE BOARD JAJAKI PERLUASAN KERJA SAMA

Pariwisata pun tetap menjadi sektor yang inklusif dengan melibatkan partispasi masyarakat luas, termasuk UMKM, perempuan dan pemuda.

Saat ini, pariwisata mampu memperkuat mata pencaharian, menciptakan peluang ekonomi baru dan mendorong komunitas, serta masyarakat lokal untuk melestarikan alam dan budaya di lebih dari 6.200 desa wisata Indonesia.

Dengan potensi pariwisata yang besar, Indonesia menawarkan peluang luas untuk bisnis, kemitraan, dan investasi.

Peluang tersebut ditemukan di berbagai segmen pariwisata, termasuk gastronomi, kebugaran (wellness), bahari, budaya, petualangan, dan MICE.

“Keragaman penawaran ini menciptakan potensi signifikan. Tidak hanya peluang investasi dalam infrastruktur dan layanan pariwisata, tapi juga pengembangan produk dan paket perjalanan yang inovatif, bernilai tinggi, serta sesuai tren global dan permintaan pasar yang terus berkembang,” ungkap Menpar.

Pemerintah berkomitmen menciptakan pariwisata berkualitas, yang tercermin dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Indonesia 2025 – 2029 untuk mempercepat pengembangan destinasi dan memperkuat ekosistem pariwisata.

Salah satunya dilakukan dengan memfasilitasi intervensi strategis, seperti pembentukan 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata untuk menarik investasi dan merangsang aktivitas bisnis.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga menawarkan berbagai insentif, menjaga iklim investasi dan bisnis, serta mendorong sektor pariwisata untuk memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal melalui desa wisata, partisipasi UMKM dan pengembangan tenaga kerja lokal.

Menpar menekankan penguatan kemitraan dan kolaborasi sebagai kunci untuk membuka potensi pariwisata Asia dan sekitar, sekaligus menciptakan pariwisata berkelanjutan.

“Tidak ada satu pun baik pemerintah, bisnis, atau organisasi yang dapat membuka potensi penuh pariwisata secara mandiri. Keberhasilan ini bergantung pada kemitraan yang kuat antara sektor publik, swasta, masyarakat lokal, pelaku industri, investor dan mitra internasional,” jelasnya.

Baca Juga:  PEMBANGUNAN KAMPUS POLTEKPAR PERKUAT PENCIPTAAN SDM PARIWISATA

Menpar juga berharap Travel Meet Asia mampu memegang peran penting sebagai salah satu platform kolobrasi bisnis pariwisata utama di kawasan Asia.

“Di sinilah Travel Meet Asia memainkan peran penting. Semoga Travel Meet Asia terus berkembang dan memperkuat perannya sebagai salah satu platform bisnis pariwisata terkemuka di kawasan ini,” tuturnya. I

Kirim Komentar