Ini Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 10 Oktober 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan pemutakhiran data mulai Jumat (9/10) hingga Sabtu (10/10) pukul 07.00 WIB.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan kejadian baru yang dilaporkan pada periode ini.

Sejumlah kejadian yang menjadi perhatian kali ini meliputi karhutla di Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya, serta kebakaran di TPA Takome, Kota Ternate, Maluku Utara.

Salah satu kejadian yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis (8/10).

Kebakaran berlokasi di Dusun Selindung, Desa Air Putih, Kecamatan Muntok, dengan luas lahan terbakar sekitar 8 hektare. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat berkoordinasi dengan instansi terkait dan dinas pemadam kebakaran untuk melakukan pemadaman.

Api berhasil dipadamkan seluruhnya pada Kamis (8/10) pukul 22.05 WIB. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.

Pada Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kebakaran terjadi pada hutan rakyat di Gunung Sekekep, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jenangan, pada Kamis (8/10) pukul 17.40 WIB.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare. BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Ponorogo melakukan asesmen, serta berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Berdasarkan update laporan terakhir, api telah berhasil dipadamkan.

Sementara itu, di hari yang sama, kebakaran hutan di jalur pendakian Gunung Bungkuk, Desa Bungkuk, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menghanguskan sekitar 3 hektare lahan.

Petugas melakukan pemadaman menggunakan peralatan manual dan membuat sekat bakar untuk membatasi perambatan api. Upaya ini membuahkan hasil, saat ini api telah berhasil dipadamkan.

Kebakaran juga terjadi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang, Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, pada Selasa (6/10).

Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 22,77 hektare. BPBD Kabupaten Bangli bersama unsur terkait melakukan asesmen dan penanganan. Api dilaporkan telah padam, pada Jumat (9/10).

Di Provinsi Sulawesi Barat, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Dusun Wonosari dan Dusun Rama, Desa Buana Sakti, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju pada Minggu (4/10) sekitar pukul 10.20 Wita, dengan luas lahan terbakar sekitar 20 hektare.

Baca Juga:  Penghargaan Internasional untuk Proyek LRT Jabodebek Diraih DJKA

Hingga Jumat (9/10), api belum berhasil dipadamkan. Asap masih menyelimuti lokasi kejadian dan meluas ke wilayah Desa Buana Sakti.

Penyebab munculnya kebakaran masih belum diketahui dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

BPBD Kabupaten Mamuju berkoordinasi dengan pemadam kebakaran, Manggala Agni dan BPBD Provinsi Sulawesi Barat.

Pemerintah daerah juga membuat parit menggunakan alat berat untuk memutus perambatan api di bawah permukaan lahan gambut.

Koordinasi terus dilakukan untuk menyiapkan personel dan sarana pendukung penanganan.

Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Gunung Sidoe, Desa Jono, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Kamis (8/10), sedangkan luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 5 hektare.

BPBD Kabupaten Sigi bersama pemerintah desa dan masyarakat melakukan asesmen serta upaya pemadaman.

Berdasarkan pemantauan Jumat (9/10), api belum padam dan masih terpantau dua titik api dengan asap mengepul di balik gunung.

Jangkauan titik api diperkirakan mencapai 6–7 kilometer, sementara upaya pemadaman telah menjangkau sekitar 3 kilometer.

Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Takome, Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Maluku Utara, terjadi pada Kamis (8/10). Luas area terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 11 hektare.

Hingga Jumat (9/10), api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Asap dari sampah yang terbakar menyebar hingga ke permukiman warga di sekitar Kelurahan Sulamadaha dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat.

BPBD Kota Ternate bersama TNI, Polri, pemadam kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Basarnas, Dinas Kesehatan, PDAM, Dinas Pekerjaan Umum, dan unsur terkait lainnya terus melakukan penanganan.

Petugas juga berkoordinasi untuk mencegah api merambat ke kawasan perkebunan dan permukiman warga.

Pemadaman terkendala karena titik api merambat ke bagian dalam tumpukan sampah dengan ketinggian lebih dari lima meter.

Angin kencang, asap yang bercampur gas metana dan keterbatasan peralatan turut menyulitkan proses penanganan.

Baca Juga:  Antisipasi Lonjakan Pemudik Disiapkan Kemenhub Langkah Strategi Mitigasi Angkutan Lebaran 2025

Kota Ternate telah menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan untuk periode 3 – 16 Oktober 2026.

Dalam penanganan kebakaran TPA Takome, pemerintah daerah juga memerlukan dukungan pasokan bahan bakar untuk operasional kendaraan dan peralatan pemadaman yang memadai.

Pada Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kebakaran hutan dan lahan terjadi di sekitar Kampung Wanggar, Kecamatan Wanggar, Nabire Barat, Rabu (7/10) pukul 14.30 WIT. Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 6 hektare.

BPBD Kabupaten Nabire bersama unsur TNI, Polri dan instansi terkait melakukan asesmen serta pemadaman.

Hingga Jumat (9/10), tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman di lapangan. Pemerintah Kabupaten Nabire telah menetapkan status tanggap darurat untuk periode 4 – 17 Oktober 2026.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang berlangsung pada 4 – 7 Oktober 2026, mengakibatkan sekitar 123,2 hektare lahan terbakar.

Area terdampak meliputi Kelurahan Bonkawir, Waisai Kota, Warmasen dan Kampung Sapoekren.

BPBD Kabupaten Raja Ampat bersama tim gabungan melakukan pelokalisiran titik api, penyemprotan, pemadaman manual dan pemantauan setelah api padam.

Berdasarkan laporan terakhir pada Jumat (9/10), api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman, serta kondusif. Tidak terdapat korban jiwa yang dilaporkan.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, tidak membakar sampah tanpa pengawasan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran kepada petugas setempat.

Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran, terutama di wilayah yang terdampak asap, diimbau mengikuti arahan petugas dan mengurangi paparan asap.

Apabila kualitas udara terganggu, masyarakat dapat menggunakan masker yang sesuai dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Pemerintah daerah bersama BPBD dan unsur terkait diharapkan terus memperkuat koordinasi, pemantauan titik api, serta kesiapan personel dan peralatan untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Keselamatan masyarakat dan petugas harus menjadi prioritas dalam setiap tahapan penanganan, sedangkan mengenai informasi perkembangan situasi bencana dapat dipantau melalui kanal resmi BNPB dan BPBD setempat. I

 

 

Kirim Komentar