Ini Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 31 Mei 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Sabtu (30/5) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (31/5) pukul 07.00 WIB.

Kejadian yang dilaporkan meliputi banjir di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, serta cuaca ekstrem yang berdampak pada permukiman warga di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan pemantauan, pendataan, serta langkah – langkah penanganan guna meminimalkan dampak bencana dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Kejadian pertama yakni banjir di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Hujan deras memicu luapan air Sungai Betalemba dan robohnya tanggul pada Sabtu (30/5) pukul 17.00 Wita.

Wilayah terdampak berada di Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat kejadian tersebut. Kerugian material tercatat berupa 25 unit rumah terdampak, satu ruas jalan dan satu tanggul sungai yang roboh.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah melakukan kaji cepat di lokasi kejadian.

Kebutuhan mendesak saat ini meliputi alat berat untuk pembersihan material dan pembangunan tanggul baru.

Berdasarkan kondisi terkini, genangan air telah surut pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 19.20 Wita.

Beralih ke Provinsi Kalimantan Selatan, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Barito Kuala pada Jumat (29/5) pukul 15.33 Wita.

Peristiwa tersebut berdampak pada Desa Sungai Raya, Kecamatan Cerbon. Tidak terdapat korban jiwa akibat kejadian ini. Kerugian material tercatat sekitar 1 hektare lahan terbakar.

BPBD setempat berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan asesmen dan penanganan. Berdasarkan kondisi terkini pada Sabtu (30/5), api berhasil dipadamkan.

Selanjutnya, cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara.

Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Desa Bulu Cina, Desa Kota Rantang, Desa Lama, Desa Hamparan Perak dan Desa Sei Baharu di Kecamatan Hamparan Perak menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (29/5) pukul 22.00 WIB.

Sebanyak 61 KK atau 231 jiwa terdampak akibat kejadian ini. Kerugian material tercatat berupa 4 unit rumah rusak berat, 19 unit rumah rusak sedang dan 37 unit rumah rusak ringan.

BPBD Kabupaten Deli Serdang berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan asesmen dan verifikasi di lapangan.

Berdasarkan kondisi terkini pada Sabtu (30/5), sebagian besar pemilik rumah telah melakukan perbaikan secara mandiri.

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga hujan lebat. Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang yang berpeluang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Kepulauan Riau.

Selain itu, terjadi di Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.

Sementara itu, hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi dengan tingkat peringatan dini, yakni Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat) di Papua Pegunungan.

Potensi angin kencang perlu diwaspadai di Aceh, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, cuaca ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Masyarakat yang berada di daerah rawan banjir diharapkan memantau kondisi sungai dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi peningkatan debit air yang membahayakan.

Warga juga perlu mewaspadai potensi angin kencang dengan menghindari area yang berisiko terdampak pohon tumbang maupun bangunan yang rentan mengalami kerusakan.

Sementara itu, masyarakat di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan diminta untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, serta segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. I

 

 

 

 

Kirim Komentar