Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengimplementasikan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi dalam memperkuat daya saing sekaligus mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan hal tersebut saat membuka Eco Tourism Week – Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Industry Forum (WI – STIF) 2026 di The Meru, Bali.
Dia menjelaskan, penerapan prinsip ESG yang kuat semakin menjadi faktor penting dalam menarik investasi.
Saat ini, investor dan mitra internasional tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap keberlanjutan lingkungan, dampak social dan tata kelola yang baik.
“Kami berharap semakin banyak pelaku usaha pariwisata yang tergerak untuk menerapkan prinsip ESG dan memandang aspek keberlanjutan sebagai investasi strategis jangka panjang,” jelas Menpar.
Menurutnya, pemerintah terus mengambil berbagai langkah konkret untuk mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di berbagai destinasi.
Upaya tersebut antara lain melalui pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, seperti sistem pengelolaan sampah di Labuan Bajo, revitalisasi destinasi wisata, seperti kawasan Waterfront City Pangururan di Danau Toba dan berbagai program pemulihan lingkungan, serta kajian daya dukung kawasan wisata.
Kemenpar juga menjalankan program prioritas Gerakan Wisata Bersih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan sanitasi di destinasi wisata.
Program tersebut sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pengelolaan sampah secara nasional serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Oleh karena itu, saya berharap forum ini dapat memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pariwisata berkelanjutan serta mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk berperan lebih aktif dalam membangun kolaborasi lintas sektor,” kata Menpar.
Hal yang terpenting, lanjutnya, forum ini mampu melahirkan inovasi, kemitraan, dan solusi nyata untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Co-Founder Eco Tourism Bali Suzy Hutomo menuturkan, Ecotourism Week tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mendorong implementasi praktik pariwisata berkelanjutan.
“Selama ini kita sering berbicara mengenai ide dan konsep. Melalui forum ini, kami ingin berfokus pada solusi dan implementasi nyata. Berbagai topik penting akan dibahas, mulai dari ESG hingga pariwisata regeneratif melalui keberagaman, operasional berkelanjutan dan dampak positif bagi komunitas,” ujarnya.
Mendampingi Menpar dalam kegiatan tersebut antara lain Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, serta Asisten Manajemen Usaha Pariwisata Berkelanjutan Amnu Fuadly.
Turut hadir dalam forum tersebut, Co-Founder Eco Tourism Bali Rahmi Fajar Harini, General Manager The Meru Sanur Ed Brea dan Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Tjok Bagus Pemayun. I
