Karhutla Meluas di Sejumlah Kawasan Gunung Jawa Timur

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah kawasan pegunungan di wilayah Jawa Timur.

Berdasarkan pemantauan hingga Jumat (4/9) pukul 12.00 WIB, kebakaran terpantau di kawasan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Gunung Wilis di wilayah Kabupaten Nganjuk dan Kediri, Gunung Ungup-Ungup di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Gunung Arjuno Welirang di Kabupaten Pasuruan, serta Bukit Sariwani di Kabupaten Probolinggo.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Tahura R. Soerjo, Perhutani, TNI/Polri, Manggala Agni, dan relawan terus melakukan pemantauan, serta penanganan di lokasi yang masih dapat dijangkau.

Di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, kebakaran yang pertama kali dilaporkan pada Rabu (26/8) masih memerlukan penanganan hingga hari ini.

Titik kebakaran berada di sekitar Blok Ranukembang, Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, termasuk kawasan Pos 1 jalur pendakian dan wilayah barat Ranu Kumbolo yang secara administratif berada di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Pemantauan melalui udara menggunakan helikopter PK-DAP sebelumnya mendeteksi tiga titik api di sekitar Ranu Kumbolo.

Hingga saat ini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1.888,91 hektare dan masih dalam pendataan lebih lanjut.

Tidak ada korban jiwa maupun laporan warga terdampak akibat kejadian tersebut.

Upaya penanganan karhutla Gunung Semeru menghadapi tantangan medan berupa tebing dengan kemiringan sangat terjal dan kondisi angin yang cukup kencang sehingga berpotensi mempercepat perambatan api.

Helikopter PK-DAP yang dikerahkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendukung penanganan saat ini berada di Lanud Abdulrachman Saleh, karena mengalami kendala pada sistem kelistrikan dan sedang menjalani perbaikan oleh tim teknis.

Selain itu, kendala pada bucket helikopter menyebabkan operasi water bombing belum dapat dimaksimalkan.

Namun demikian, sambil menunggu dukungan udara dapat kembali dioperasikan, tim gabungan melanjutkan pemadaman secara manual dan pembuatan sekat bakar untuk menghambat perambatan api.

Baca Juga:  Kementan Kejar Target 97.000 Hektare Tebu

Sebagai langkah mitigasi terhadap risiko keselamatan pengunjung, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah menutup sementara seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru sejak 26 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang dan petugas TNBTS juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mempercepat penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

Karhutla juga terjadi di kawasan Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk dan Kediri. Kebakaran yang dilaporkan sejak Minggu (30/8) tersebut berada di sejumlah petak kawasan hutan, termasuk Petak 109 RPH Parang dan Petak 144 RPH Kanyoran.

Tim gabungan melakukan penyisiran terhadap titik api di wilayah yang dapat dijangkau. Area terbakar sementara diperkirakan sekitar 5 hektare di Kabupaten Nganjuk dan 11 hektare di Kabupaten Kediri, dengan vegetasi terdampak berupa serasah, ranting, rumput, ilalang, serta tanaman lainnya.

Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. BPBD setempat bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di kawasan Gunung Wilis.

Sementara itu, kebakaran hutan di kawasan Gunung Ungup-Ungup, Kabupaten Banyuwangi, yang dilaporkan pada Kamis (3/9), terpantau melebar hingga memasuki wilayah Kabupaten Bondowoso pada Jumat (4/9). Luas area terbakar sementara diperkirakan sekitar 20 hektare.

Tim gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Banyuwangi, BPBD Kabupaten Bondowoso, BKSDA Wilayah Banyuwangi dan Perhutani melakukan penanganan darat pada lokasi yang masih memungkinkan untuk dijangkau.

Medan yang terjal, licin dan berbahaya menjadi kendala dalam menjangkau sejumlah titik api.

Untuk meminimalkan risiko terhadap pengunjung, Taman Wisata Alam Kawah Ijen yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso ditutup sementara mulai Jumat (4/9) hingga waktu yang belum ditentukan.

Petugas juga terus melakukan pemantauan di jalur pendakian Kawah Ijen guna mengantisipasi pergerakan api yang berpotensi mengarah ke kawasan wisata maupun jalur pendakian.

Di Kabupaten Pasuruan, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di kawasan Gunung Arjuno Welirang sejak Kamis (3/9).

Baca Juga:  Pelayanan Kota Bekasi Masuk Enam Besar Nasional

Hingga Jumat (4/9), masih teramati kepulan asap di kawasan tersebut. Tim gabungan melakukan penyisiran dan pembasahan di wilayah Lembah Kidang.

BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Pasuruan bersama petugas Tahura terus melakukan pemantauan.

Penanganan melalui jalur darat akan dilanjutkan bersama relawan pada lokasi yang memungkinkan untuk dijangkau.

Luas area terdampak masih dalam pendataan dan tidak terdapat korban jiwa.

Kebakaran hutan juga dilaporkan terjadi pada Jumat (4/9) di wilayah Bukit Sariwani, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Kepulan asap masih teramati dari lereng bukit. Kondisi medan yang terjal menjadi kendala bagi petugas untuk melakukan penanganan melalui jalur darat.

BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Probolinggo telah menuju lokasi untuk melakukan koordinasi dan asesmen dengan pihak terkait serta memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan.

Apabila titik api dapat dijangkau, petugas akan melakukan pemadaman secara manual. Tidak terdapat korban jiwa dan luas area terdampak masih dalam pendataan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan pegunungan, untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap di kawasan hutan kepada petugas terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin.

Bagi masyarakat maupun wisatawan yang berencana melakukan aktivitas di kawasan pegunungan, agar mematuhi seluruh ketentuan dan penutupan kawasan yang ditetapkan pengelola demi keselamatan bersama.

BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus memonitor perkembangan karhutla di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur.

Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan, arah angin, keselamatan personel dan potensi perambatan api.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah serta instansi berwenang. I

Kirim Komentar