Kemendagri Dorong Percepatan Relokasi Warga dan Penguatan Tata Ruang Pascabencana Longsor

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong percepatan relokasi warga dan penguatan tata ruang di daerah rawan bencana sebagai langkah pencegahan jangka panjang, usai meninjau lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar) pada Minggu (25/1).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut yang menimbulkan korban jiwa serta masih adanya warga yang dalam pencarian.

“Saya turut berduka atas musibah ini, ada yang wafat, kemudian juga ada yang masih hilang dalam pencarian,” ujarnya.

Dia menuturkan, selain faktor hujan deras, kondisi struktur tanah di wilayah tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya longsor.

Menurut Mendagri, tanah di kawasan itu bersifat gembur sehingga kurang kokoh menahan beban.

Dia juga menyoroti perubahan fungsi vegetasi di kawasan perbukitan yang dinilai memperparah risiko bencana dan banyak tanaman pelindung berakar kuat yang digantikan dengan tanaman hortikultura.

“Tanaman pelindungnya yang akarnya menancap ke dalam, yang bisa memperkuat struktur tanah itu, banyak berganti hortikultura, sayur – sayuran lain – lain ini. Nah itu membuat rentan sekali kalau terjadi hujan deras,” ungkapnya.

Terkait dengan penanganan, Mendagri menyampaikan bahwa langkah jangka pendek difokuskan pada pencarian korban yang masih hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Selain itu, dia mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam penanganan darurat, mulai dari pemerintah daerah (pemda), TNI, Polri, relawan, hingga pemerintah pusat.

“Dari Pak Gubernur, kemudian dari Pak Bupati, jajaran, TNI, Polri, relawan, pemerintah pusat, semua bergerak untuk membantu,” ungkapnya.

Untuk jangka panjang, Mendagri menegaskan pentingnya relokasi warga dari kawasan rawan longsor demi keselamatan.

Menurutnya, wilayah tersebut tidak lagi layak untuk dihuni. Selain relokasi, dia juga mendorong upaya reboisasi dengan menanam kembali tanaman berakar kuat guna memperkuat struktur tanah.

Baca Juga:  KKP Perkuat Pembangunan Fasilitas Perikanan Tangkap di Indonesia Timur

“Ini harus direboisasi, ditanam. Tanaman – tanaman yang akarnya yang keras, supaya struktur tanahnya bisa menguat kembali. Kalau kembali lagi nanti akan longsor lagi,” jelasnya.

Mendagri menekankan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi daerah lain di Indonesia, khususnya dalam memperkuat tata ruang dan pemetaan wilayah rawan bencana.

“Ini juga menjadi pelajaran bagi kita untuk daerah – daerah lain, untuk memperkuat tata ruang. Daerah – daerah rawan seperti ini harus kita petakan,” katanya.

Dia menambahkan, pemetaan tersebut perlu dilakukan secara nasional oleh seluruh kepala daerah guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

“Setiap Bupati, Wali Kota, Gubernur harus kita petakan secara nasional. Untuk kita memikirkan potensi kalau terjadi kerawanan hidrometeorologi seperti ini, hujan lebat, hujan deras,” ujarnya. I

 

Kirim Komentar