Kemenhaj Dorong Asrama Haji Jadi Aset Mandiri

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong transformasi asrama haji agar tidak hanya berfungsi saat musim haji, tetapi mampu menjadi pusat layanan yang modern, berkualitas, dan produktif sepanjang tahun.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan saat membuka Rapat Koordinasi Pengembangan Strategi Asrama Haji di Bekasi, belum lama ini.

Forum bertema Transformasi Asrama Haji Menuju Layanan Modern, Berkualitas dan Terintegrasi ini menjadi ruang untuk menyusun arah baru pengelolaan asrama haji di Indonesia.

Ian mengibaratkan asrama haji sebagai raksasa yang tertidur dan berbagai fasilitas yang dimiliki, mulai dari kamar, aula hingga lahan, menyimpan potensi besar untuk terus dimanfaatkan di luar operasional haji.

“Jangan sampai asrama haji hanya hidup satu musim. Kita memiliki aset yang besar, tapi kalau sepanjang tahun tidak dimanfaatkan, justru menjadi beban operasional,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ian mendorong agar pemanfaatan asrama haji diperluas untuk berbagai kebutuhan, seperti akomodasi, perhotelan, manasik, pelatihan, pertemuan, hingga kegiatan masyarakat lainnya.

Pengembangan tersebut, dia menambahkan, harus berjalan beriringan dengan fungsi utama asrama haji sebagai bagian penting dari pelayanan jemaah.

“Perubahan juga tidak cukup dilakukan pada aspek fisik dan diperlukan perubahan cara pandang dalam mengelola aset tersebut,” ungkapnya.

Menurut Ian, asrama haji harus dikelola secara profesional, transparan dan akuntabel, sehingga mampu memberikan pelayanan yang semakin baik, sekaligus memiliki keberlanjutan secara ekonomi.

“Mindset itu yang harus kita ubah. Mengubah mindset memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan,” tuturnya.

Sementara itu, Ian tidak ingin transformasi asrama haji hanya dilihat dari perspektif bisnis.

Dia menegaskan, ada dimensi spiritual yang melekat pada keberadaan asrama haji sebagai gerbang awal perjalanan jemaah menuju tanah suci.

Baca Juga:  Perjalanan Umrah dan Haji Lewat Jalur Laut Berpotensi Dibuka

Asrama haji, katanya, adalah sebagai Doa Iftitah dalam rangkaian perjalanan ibadah haji.

“Dari aspek spiritual, asrama haji itu doa iftitah-nya. Di sinilah gerbang awal bagaimana membuka spiritual jemaah sebelum menuju Tanah Suci,” ujarnya.

Oleh karena itu, kualitas layanan dan wajah asrama haji harus ikut berubah. Jemaah diharapkan mendapatkan pengalaman pelayanan yang nyaman, bersih, tertata dan memiliki standar yang baik.

Ian juga memperkenalkan gagasan Grand El-Hajj sebagai bagian dari upaya membangun citra dan standar baru asrama haji.

Namun, perubahan identitas tersebut menurutnya harus diikuti perubahan nyata dalam kualitas pelayanan dan pengelolaan. “Justru asrama haji atau Grand El-Hajj yang harus terkenal dalam penyelenggaraan haji.”

Gagasan tersebut, sekaligus diarahkan untuk membangun kemandirian dalam ekosistem ekonomi.

Asrama haji diharapkan tidak berhenti berfungsi setelah musim haji berakhir, tetapi dapat terus menghasilkan manfaat melalui pemanfaatan aset secara produktif sepanjang tahun.

Sebelumnya Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Nurchalis menilai, asrama haji harus sebagai infrastruktur strategis untuk mendukung penyelenggaraan haji, sekaligus memiliki potensi pemanfaatan di bidang keagamaan, sosial, pendidikan dan kegiatan masyarakat lainnya.

Pengembangannya sangat membutuhkan penguatan tata kelola, sumber daya manusia, digitalisasi dan model pengelolaan yang berkelanjutan.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Sekretaris Ditjen Pelayanan Haji Abd. Haris dan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Budi Agung Nugroho dan Kasubdit Akomodasi dan Konsumsi Haji Nurul Huda.

Rakor ini mengundang 70 peserta, yang terdiri dari pengelola Asrama Haji seluruh Indonesia dan pejabat dan pegawai di lingkungan Kemenhaj.

Forum ini digelar untuk menyelaraskan visi pengelolaan asrama haji, menyusun program prioritas dan indikator kinerja, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan dan rencana strategis pengembangan asrama haji ke depan. I

Baca Juga:  Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia, Disabilitas dan Perempuan

 

Kirim Komentar