Kemenhaj Perkuat Layanan Konsumsi Jemaah Haji Gelombang II

Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi meninjau sejumlah dapur mitra penyedia konsumsi jemaah Indonesia di Madinah.

Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan layanan konsumsi jemaah Indonesia, khususnya pada fase pascapuncak Armuzna (Jemaah Haji Gelombang II), sekaligus memperkuat koordinasi dengan para penyedia dapur.

Dalam kunjungan tersebut, Jaenal melihat langsung proses pengolahan makanan, kesiapan operasional dapur dan kondisi tenaga kerja yang terlibat dalam penyediaan konsumsi bagi jemaah Indonesia.

Dia mengapresiasi komitmen pihak dapur dalam menjaga kualitas layanan, termasuk perhatian terhadap kesehatan para pekerja melalui penyediaan tenaga kesehatan di area dapur.

“Kami mengapresiasi perhatian pihak dapur terhadap kesehatan para pekerja. Ini penting untuk memastikan layanan konsumsi bagi jemaah tetap berjalan optimal,” ujar Jaenal.

Dia juga menilai keterlibatan tenaga kerja asal Indonesia di dapur – dapur mitra menjadi nilai tambah.

Selain membantu menjaga cita rasa masakan nusantara, hal tersebut juga memberi manfaat ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja Indonesia.

“Penambahan tenaga kerja dari Indonesia, tidak hanya chef, menjadi bagian penting dalam menjaga cita rasa makanan yang sesuai dengan selera jemaah. Di sisi lain, ini juga memberi manfaat ekonomi bagi tenaga kerja kita,” tuturnya.

Selain itu, penggunaan bumbu pasta dalam proses pengolahan makanan turut mendapat perhatian.

Menurut Jaenal, inovasi tersebut membantu menjaga konsistensi cita rasa masakan nusantara, sekaligus mempermudah proses memasak dalam jumlah besar.

Dia menegaskan, Kemenhaj akan terus memperkuat kemitraan berkelanjutan dengan para penyedia layanan konsumsi di Arab Saudi.

Kolaborasi yang baik dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan layanan makanan yang berkualitas, higienis dan sesuai dengan kebutuhan jemaah Indonesia.

“Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga, sehingga layanan konsumsi bagi jemaah Indonesia dapat diberikan secara berkualitas, higienis dan tetap sesuai dengan selera nusantara,” tuturnya. I

Kirim Komentar