Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Daratan Flores

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat promosi pariwisata Flores melalui penyelenggaraan kegiatan Perjalanan Wisata Pengenalan (Familiarization Trip/Famtrip) ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pola perjalanan wisata (travel pattern) daratan Flores yang telah dikembangkan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan perjalanan wisata di Labuan Bajo dan Flores dengan menghadirkan pengalaman yang lebih autentik, personal, dan bermakna melalui interaksi langsung dengan tradisi, budaya, serta kehidupan masyarakat lokal,” ujarnya.

Famtrip tersebut diikuti enam peserta yang terdiri atas tiga perwakilan agen perjalanan (travel agent/tour operator), satu perwakilan media dan dua influencer/content creator.

Mereka mengunjungi sejumlah destinasi, yakni Parapuar, Desa Wisata Wae Rebo, Desa Wisata Todo, Lingko Cara Cancar, De Lawa Coffee, Desa Wisata Wae Lolos, dan Desa Wisata Warloka Pesisir.

Selama perjalanan, peserta berinteraksi langsung dengan pengelola destinasi, pengusaha usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), komunitas lokal, dan pelaku industri pariwisata untuk mengenali potensi wisata daratan, sekaligus menjajaki peluang pengemasan produk wisata berbasis pengalaman.

Di Parapuar, peserta menikmati panorama alam Flores melalui kegiatan sightseeing, aktivitas kebugaran (wellness) hingga yoga saat matahari terbenam (sunset yoga).

Perjalanan menuju Desa Wisata Wae Rebo menghadirkan pengalaman trekking, mengenal rumah adat Mbaru Niang, tradisi dan wastra Manggarai, serta menikmati matahari terbit (sunrise) dan pengamatan bintang (stargazing).

Perjalanan dilanjutkan dengan menelusuri sejarah Kerajaan Manggarai di Desa Wisata Todo, menikmati keunikan lanskap Lingko Cara Cancar dan mengenal perjalanan kopi Flores mulai dari kebun hingga proses pengolahannya di De Lawa Coffee.

Baca Juga:  KRI dr. Soeharso Tiba di Manggarai Perkuat Penanganan Gempa NTT

Pengalaman tersebut semakin lengkap melalui kunjungan ke desa – desa wisata lainnya, termasuk kegiatan ekowisata pesisir dan penanaman mangrove di Warloka Pesisir.

Rangkaian aktivitas ini memperlihatkan bahwa kekayaan alam, budaya, sejarah, kuliner dan kehidupan masyarakat dapat dirangkai menjadi pengalaman perjalanan yang saling melengkapi, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai destinasi Flores.

Made menjelaskan, wisata daratan memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal Labuan Bajo dan Flores secara lebih menyeluruh, melampaui daya tarik wisata bahari yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama kawasan tersebut.

“Labuan Bajo memiliki potensi yang sangat besar, tidak hanya dari sisi wisata bahari, tapi juga kekayaan alam, budaya, sejarah, kuliner dan desa wisata yang menjadi identitas Flores,” jelas Made.

Pengembangan wisata daratan, lanjutnya, membuka kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal Flores secara lebih dekat melalui tradisi, cita rasa lokal dan kehidupan masyarakatnya.

Menurut Made, perluasan pilihan wisata juga harus berjalan seiring dengan penerapan prinsip pariwisata yang bertanggung jawab.

Wisatawan diharapkan menjaga kelestarian lingkungan, menghormati adat istiadat dan menghargai kehidupan masyarakat setempat agar aktivitas pariwisata memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Ketika pengalaman bahari dan daratan terhubung dalam satu perjalanan, wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih utuh dan bermakna, memiliki lebih banyak pilihan aktivitas, serta terdorong untuk tinggal lebih lama,” ungkap Made.

Selain memperkenalkan potensi destinasi, kegiatan Famtrip juga diarahkan untuk menghasilkan produk wisata yang dapat dipasarkan kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Melalui sesi pertemuan bisnis (business gathering), para peserta dipertemukan dengan pelaku industri pariwisata lokal untuk menjajaki kerja sama dan menyusun paket perjalanan yang mengintegrasikan pengalaman wisata bahari dan daratan Flores.

Baca Juga:  Sidak di Jakarta dan Bogor Kemenhub Temukan 37 Bus Pariwisata Tidak Laik Jalan

Kegiatan tersebut menghasilkan sejumlah paket wisata yang menawarkan alternatif perjalanan ke berbagai destinasi di luar kawasan Taman Nasional Komodo.

Integrasi ini diharapkan dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus memperluas persebaran manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat lokal.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Erwita Dianti menuturkan, keterlibatan pelaku industri, media dan kreator konten menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan promosi, sekaligus menghubungkan potensi destinasi dengan kebutuhan pasar wisata.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun efek berganda (multiplier effect). Pengalaman peserta selama Famtrip diharapkan bertransformasi menjadi paket wisata yang siap dijual, pemberitaan yang menjangkau masyarakat luas dan konten digital yang mampu menginspirasi wisatawan untuk mengeksplorasi lebih banyak destinasi di Flores,” katanya. I

 

Kirim Komentar