KEMENPAREKRAF DAN BADAN PENGELOLA MASJID ISTIQLAL SEPAKATI MoU

Menparekraf/Kepala Baparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (kiri) bersama Imam Masjid Besar Istiqlal/Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai wujud kolaborasi dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Penandatanganan nota kesepahaman itu dihadiri oleh Imam Masjid Besar Istiqlal/Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar dan Menparekraf/Kepala Baparekraf Sandiaga Salahuddin Uno pada Rabu (5/5/2021).

Menurut Sandiaga, salam perkembangannya masjid tak hanya mengambil peran sebagai sarana peribadatan umat Islam, tapi lebih jauh yakni sebagai simbol toleransi dan persatuan bangsa, sarana dakwah, pendidikan, pertukaran informasi, serta pengembangan sosial ekonomi masyarakat secara lebih luas.

“Peran masjid tersebut harus terus kita dorong sehingga mampu memberikan kemaslahatan umat yang lebih luas, menggeliatkan ekonomi masyarakat, dan membuka lapangan kerja,” ujar Sandiaga dalam Instagramnya, Rabu (5/5/2021).

Dia menuturkan bahwa salah satu bentuk dukungan terhadap peran masjid tersebut adalah melalui pemanfaatan aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif di dalamnya.

Oleh karena itu, Sandiaga menambahkan, kerja sama antara Kemenparekraf dan Badan Pengelola Masjid Istiqlal diharapkan mampu mengakselerasi kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Nota kesepahaman Kemenparekraf dan BPMI di antaranya mencakup pengembangan Masjid Istiqlal sebagai destinasi wisata dengan simbol toleransi dan persatuan bangsa, penelitian dan kajian di bidang pariwisata ramah muslim (muslim friendly tourism), serta produk ekonomi kreatif halal.

Selain itu, isi nota kesepahaman tersebut adalah peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung pengembangan wisata dan produk ekonomi kreatif halal.

“Dengan mengadopsi teknologi dan digital, kami harapkan konsep “New Istiqlal” ini mampu meningkatkan brandingnya sebagai ikon destinasi wisata religi Indonesia, memperluas peranan dari masjid itu sendiri,” tutur Sandiaga.

Selain sebagai sarana peribadatan umat Islam, Menparekraf berharap masjid mampu menghadirkan kemaslahatan umat, membangkitkan ekonomi, dan membuka lapangan kerja. I

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here