Kementerian Haji dan Umrah Perkuat Kerja Sama Indonesia – Uzbekistan

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat kerja sama dengan Uzbekistan melalui pengembangan wisata religi, hubungan antarmasyarakat, serta pertukaran pengetahuan di bidang keislaman.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf dengan jajaran Muslim Board of Uzbekistan di Taskent.

Dia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan hubungan historis, kultural yang telah terjalin antara kedua negara.

Menurutnya, kesamaan tradisi keislaman, keramahan dan karakter masyarakat Indonesia, serta Uzbekistan menjadi modal penting untuk mempererat hubungan kedua negara.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa bersilaturahmi di sini. Mudah – mudahan ini menjadi awal silaturahmi yang memberikan kemanfaatan bagi kedua negara,” ujar Menhaj.

Salah satu potensi kerja sama yang dapat dikembangkan adalah wisata religi.

Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, sedangkan Uzbekistan memiliki sejumlah situs penting dalam sejarah peradaban Islam, salah satunya kompleks Imam Al-Bukhari di Samarkand yang memiliki kedekatan khusus dengan masyarakat Muslim Indonesia.

“Banyak masyarakat Indonesia yang memiliki kedekatan dengan nama Imam Al-Bukhari. Oleh karena itu, Uzbekistan memiliki tempat yang sangat penting bagi umat Islam Indonesia,” ungkap Menhaj.

Menhaj mengapresiasi pengembangan kompleks Imam Al-Bukhari oleh Pemerintah Uzbekistan yang dinilai dapat semakin membuka akses masyarakat Indonesia untuk mengenal warisan sejarah dan peradaban Islam di negara tersebut.

Di sisi lain, Menhaj memperkenalkan potensi wisata religi Indonesia, termasuk Lombok yang dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid.

Menurutnya, pertukaran kunjungan wisata religi dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Jajaran Muslim Board of Uzbekistan menyambut baik kunjungan delegasi Indonesia dan berharap hubungan kedua negara semakin dekat dan hangat.

Mereka juga menyampaikan kesiapan untuk terus menerima masyarakat Indonesia yang ingin berkunjung dan berziarah ke Uzbekistan.

Baca Juga:  Hibah Aset Pemkab Kotawaringin Timur untuk Bandara Haji Asan Sampit

Hubungan Indonesia dan Uzbekistan juga memiliki jejak historis, karena Presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah mengunjungi kompleks Imam Al-Bukhari, yang menjadi salah satu simbol kedekatan kedua negara.

Menhaj berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama konkret di bidang wisata religi, pendidikan keislaman dan pertukaran pengalaman, sekaligus mempererat hubungan masyarakat muslim Indonesia, serta Uzbekistan.

“Kami berharap pada kesempatan berikutnya kerja sama ini dapat terus ditingkatkan. Semoga kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kedua negara,” ungkapnya.

Kunjungan tersebut juga diharapkan semakin mempererat hubungan masvarakat Muslim Indonesia dan Uzbekistan yang telah terjalin melalui sejarah, tradisi keilmuan, serta hubungan antarmasyarakat selama bertahun – tahun. I

 

 

 

Kirim Komentar