Kepala Barantin Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Peran Strategis Karantina

Arah kebijakan dan fokus program dalam 100 hari kerja pertama Badan Karantina Indonesia (Barantin) adalah meningkatan akuntabilitas dan transparansi di seluruh lini.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan hal tersebut pada rapat pimpinan (rapim) perdana sehari setelah serah terima jabatan.

Rapim ini menjadi momentum awal untuk memperkokoh fondasi kelembagaan, memperkuat pengawasan berbasis risiko dan menjalankan fungsi karantina sebagai fasilitator perdagangan.

Karding menekankan peningkatan akuntabilitas dan transparansi di seluruh lini, sertameminta seluruh unit kerja memperkuat sinergi dan memastikan setiap proses kerja berjalan efektif, efisien, serta terukur.

Dia berharap kedepannya dapat meningkatkan efektivitas pelayanan dan pengawasan berbasis risiko.

“Fokus kita salah satunya adalah mengungkap praktik penyelundupan serta penutupan celah – celah di wilayah perbatasan yang berpotensi menjadi pintu masuk ancaman hayati,” ungkapnya.

Karding menegaskan bahwa Barantin harus mampu menjadi fasilitator perdagangan yang semakin kuat.

Peran karantina tidak hanya sebatas pengawasan, lanjutnya, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam diplomasi ekonomi dan akselerasi perdagangan.

Dengan sistem layanan yang semakin modern dan responsif, Barantin diharapkan dapat mendukung kelancaran arus komoditas sekaligus menjaga keamanan hayati Indonesia.

“Salah satu langkah strategis yang akan ditempuh adalah menyelaraskan regulasi dan perencanaan, peninjauan kembali notifikasi ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), serta pembentukan satuan tugas khusus untuk penanganan reekspor. Setiap layanan juga diharapkan memiliki standar waktu layanan (Service Level Agreement/SLA) yang jelas dan terukur,” tutur Karding.

Pada kesempatan ini, Karding juga menyampaikan perhatiannya terhadap peningkatan kinerja dan kesejahteraan Sumber Daya Manusia (SDM) di Barantin yang harus berjalan beriringan.

Dia menggarisbawahi pentingnya penguatan komunikasi dan sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga:  PEMKOT BEKASI TANGGAPI SOAL BANJIR DENGAN PROGRAM SEMESTA BERENCANA

Kolaborasi lintas sektor dinilai krusial untuk memastikan setiap kebijakan karantina dapat berjalan efektif dan selaras dengan kepentingan nasional.

“Dengan langkah – langkah strategis tersebut, saya optimis Badan Karantina Indonesia dapat memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan hayati dan mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Karding. I

 

Kirim Komentar