KKN Mahasiswa UGM Dapat Bantu Perkuat Sentra IKM

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menghadiri pelepasan 8.000 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada (KKN UGM) Yogyakarta ke berbagai daerah.

“Dalam kesempatan itu juga saya berdialog dengan mahasiswa KKN UGM di Yogyakarta mengenai arah baru pembangunan industri Indonesia yang semakin inklusif dan berorientasi pada pemerataan kesejahteraan,” jelasnya di UGM Yogyakarta.

Selama ini, Wamenperin Riza menambahkan, industrialisasi sering identik dengan kawasan industri besar dan pusat – pusat ekonomi di perkotaan, padahal setiap perdesaan memiliki banyak potensi unggulan yang dapat dikembangan.

“Melalui KKN, UGM dapat mengambil peran dalam mewujudkan Desa Industri Berdaya Saing. Bahkan, melalui Strategi Baru Industri Nasional (SBIN), pemerintah mendorong desa menjadi bagian penting dari ekosistem industri nasional,” tuturnya.

Oleh karena itu, dia menambahkan, pengembangan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) menjadi sangat strategis sebagai penghubung antara sektor hulu dan hilir.

“Melalui Sentra IKM, komoditas lokal dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing daerah,” kata Wamenperin Riza.

Dalam konteks tersebut, lanjutnya, mahasiswa KKN UGM memiliki peran yang sangat penting, bahkan kehadiran mahasiswa di desa bukan sekadar menjalankan program pengabdian, tapi menjadi agen transformasi yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Saya berharap mahasiswa KKN UGM Tahun 2026 dapat menjadi jembatan antara kampus dan masyarakat, menghadirkan solusi nyata yang mampu mendorong lahirnya desa – desa industri yang produktif, inovatif dan berdaya saing,” ungkap Wamenperin Riza.

Pasalnya, katanya, masa depan industrialisasi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tapi juga oleh kontribusi generasi muda yang hadir langsung di tengah masyarakat untuk menciptakan perubahan.

“Selamat menjalankan pengabdian dan jadikan KKN sebagai ruang belajar, ruang inovasi, serta ruang kontribusi untuk membangun Indonesia yang lebih maju, inklusif dan berdaya saing,” ujar Wamenperin Riza.

Menurutnya, setiap desa memiliki potensi unggulan yang dapat dikembangkan, baik dari sumber daya alam, keterampilan masyarakat maupun kekayaan budaya lokal yang bernilai ekonomi tinggi.

“Kuncinya bukan hanya menghasilkan komoditas, tetapi menciptakan nilai tambah produk unggulan perdesaan melalui proses pengolahan hingga siap dipasarkan secara lokal maupun global,” ungkapnya.

Desa Industri Berdaya Saing adalah konsep transformasi desa yang menjadikan Sentra IKM atau kerajinan lokal sebagai penggerak utama ekonomi.

“Tujuannya adalah menciptakan kemandirian ekonomi, membuka lapangan kerja dan memperkuat produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Wamenperin Riza.

Beberapa langkah strategis untuk mewujudkan desa industri yang berdaya saing meliputi Digitalisasi dan Pemasaran Online, dengan memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial agar jangkauan pasar produk desa lebih luas.

Kemudian, Pengembangan Inovasi Produk, yakni memberikan sentuhan desain modern dan kemasan yang lebih menarik untuk meningkatkan nilai jual barang, serta Pemberdayaan SDM dan Pelatihan, seperti mengadakan pelatihan keterampilan dan manajemen bisnis bagi warga, dengan program yang sering didampingi oleh dinas terkait.

Lalu, Sinergi dengan BUMDes, yaitu menjadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai agregator atau pusat distribusi bahan baku hingga pemasaran hasil produksi warga.

Ada juga Pemanfaatan Dana Desa, yakni mengarahkan alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur penunjang produksi dan permodalan. I

 

 

Kirim Komentar