Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, Wakil Presiden Universitas Hiroshima dan Presiden Universitas Dharma Persada menghadiri kegiatan penghargaan Kontes Kedua Essay Bahasa Jepang Universitas Hiroshima.
“Kegiatan penghargaan Kontes Kedua Essay Bahasa Jepang Universitas Hiroshima sebagai wadah apresiasi prestasi memperkuat kerja sama Indonesia dan Jepang,” katanya saat pertemuan tersebut.
Saat ini, Wamenperin Riza mengungkapkan bahwa perdagangan nonmigas mencapai US$29,9 miliar dengan investasi Jepang di Indonesia sebesar US$1,3 miliar, sehingga menjadikannya peringkat kelima terbesar.
Dia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan komitmen berkelanjutan yang membuka wawasan kerja sama Indonesia dan Jepang.
“Saya berharap kegiatan dapat terus dilakukan demi mengembangkan generasi muda Indonesia yang unggul,” ungkap Wamenperin Riza.
Sementara itu, laporan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Annual Survey 2024, yang dirilis Juli 2025, menempatkan Indonesia di peringkat keempat negara paling menjanjikan bagi pengembangan bisnis perusahaan Jepang dalam jangka menengah.
Penilaian tersebut ditopang kekuatan pasar domestik dengan hampir 280 juta penduduk, stabilitas pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan digitalisasi berkelanjutan, biaya produksi kompetitif, serta peluang transisi energi dan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Meski begitu, realisasi investasi Jepang di Indonesia pada tahun 2024 tercatat US$3,46 miliar. Angka ini menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pemerintah memandang kondisi tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kualitas kemitraan dengan fokus diarahkan pada kolaborasi yang lebih terarah, bernilai tambah dan berorientasi jangka panjang.
Tantangan kemitraan Indonesia – Jepang ke depan adalah membangun kepercayaan jangka panjang agar investasi dapat bertahan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua negara. I





