Kota Bandung Butuh Gedung Konvensi Berkapasitas Lebih dari 10.000 Orang

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong pembangunan gedung konvensi berkapasitas minimal 10.000 orang untuk menarik lebih banyak kegiatan nasional dan internasional serta menggerakkan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan kebutuhan tersebut saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Indonesian Marketing Association (IMA) UMKM & Tourism Award 2026 di El Hotel Bandung.

“Bandung harus dibangun sebuah convention yang bisa menampung minimal 10.000 orang,” katanya.

Menurut Farhan, gedung konvensi berkapasitas besar dapat memperkuat posisi Bandung sebagai destinasi Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE), yakni wisata berbasis pertemuan, perjalanan insentif, konvensi, serta pameran.

Dia menilai bahwa data penyelenggaraan acara berskala besar diperlukan untuk menunjukkan tingginya permintaan, sekaligus meyakinkan investor terhadap potensi pengembangan fasilitas MICE di Bandung.

Munas IMA menjadi salah satu momentum untuk menunjukkan kesiapan Bandung sebagai lokasi kegiatan berskala nasional, sekaligus mengumpulkan data pendukung bagi pengembangan fasilitas konvensi.

Pengembangan MICE berpotensi menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari hotel, restoran, transportasi hingga usaha masyarakat yang melayani kebutuhan peserta acara.

Farhan juga berharap para praktisi pemasaran yang tergabung dalam IMA dapat membantu mempromosikan Bandung kepada pasar wisatawan nasional maupun internasional.

“Saya sangat berharap para ahli marketing ini nanti akan bermitra dengan Kota Bandung untuk pengembangan memasarkan Kota Bandung itu ke seluruh Indonesia, bahkan kalau perlu ke seluruh dunia,” ujarnya.

Farhan berharap kerja sama dengan IMA melahirkan strategi pemasaran dan terobosan baru untuk meningkatkan daya saing Bandung sebagai destinasi MICE.

Sementara itu, Ketua Indonesian Marketing Association Suparno Djasmin menilai Bandung telah memiliki infrastruktur pendukung berupa transportasi, hotel, akomodasi, restoran, dan fasilitas pertemuan.

“Bandung memiliki fasilitas yang sangat baik untuk kami melakukan rapat maupun konvensi. Infrastruktur, transportasi, hotel, akomodasi, restoran, dan semua kebutuhan untuk dilakukannya meeting yang baik tersedia di Bandung,” jelasnya.

Baca Juga:  KKP dan BP Batam Kawal Mutu Perikanan di Zona Perdagangan Bebas

Suparno menilai peningkatan kapasitas dan jumlah fasilitas konvensi dapat membuka peluang bagi Bandung untuk menampung lebih banyak kegiatan berskala besar.

Melalui pengembangan fasilitas MICE dan promosi yang lebih luas, Pemkot Bandung berharap kunjungan wisatawan meningkat, serta manfaat ekonomi dapat dirasakan pelaku usaha dan masyarakat. I

Kirim Komentar