KSP Balo’ta Harus Jadi Penggerak Ekonomi di Toraja

Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ta untuk menciptakan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang baru.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam kunjungan kerja ke KSP Balo’ta, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong, Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso Paundanaan, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan Aryanto, Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Kadis Koperasi Kab Toraja Utara Amos Arman Patola, Kadishub Kabupaten Tana Toraja Erick Kristal Rantealo, dan Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga beserta jajarannya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkop menjelaskan bahwa jika koperasi bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Presiden Prabowo Subianto, katanya, mengarahkan bahwa garis ideologi ekonomi harus kembali sesuai dengan Pasal 33 Undang – Undang Dasar 1945, artinya harus kembali ke nilai-nilai dasar kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong.

Menkop menambahkan bahwa ia percaya KSP Balo’ta, meskipun sekarang masih kegiatan utamanya simpan – pinjam, tetapi KSP Balo’ta ini punya garis ideologi dan nilai – nilai dasar ekonomi yang tetap konsisten dengan apa yang dicita – citakan oleh para pendiri Republik.

Oleh karena itu, dia menambahakn, dengan segala hormat, pihaknya akan menghormati konsistensi dari KSP Balota.

Makanya, kehadirannya ke Tana Toraja adalah ingin mendukung sepenuhnya perkembangan dari KSP Balota, bahkan juga akan mendorong supaya KSP Balota dan KSP – KSP yang lain itu bisa maju berkembang secara lebih signifikan.

Menkop menjelaskan bahwa koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat orang meminjam uang.

Koperasi harus menjadi tempat masyarakat membangun kekuatan ekonomi dan harus menjadi tempat anggota mendapatkan akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan nilai tambah.

Baca Juga:  Pemerintah Komitmen Beri Penguatan Modal Koperasi

“Kita melihat adanya kegiatan pembinaan petani, pengembangan perkebunan percontohan kopi. Ini harus terus diperkuat. Kita tidak boleh puas hanya membuat petani mendapatkan pinjaman dan harus membuat petani semakin produktif, semakin sejahtera dan semakin memiliki posisi tawar,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong menjelaskan bahwa koperasi adalah soko guru dan pilar utama perekonomian, artinya harus bisa mendukung pemerintah dalam mengembangkan koperasi dan memercayakan pengembangan industri atau pengembangan koperasi ini menjadi soko guru di Indonesia.

“Kami melaporkan di Toraja Utara, koperasi yang aktif setelah pemekaran itu ada sekitar 49 koperasi. Pembangunan KDMP yang sudah rampung 100% sebanyak 19 KDMP,” ujarnya.

Sementara itu, koperasi yang berproses konstruksinya sekitar 4 unit, ada yang sudah 90%, ada yang masih 60% dan dari target 151 KDKMP. “Kami pemerintah daerah harus betul – betul mengawal.”

Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga mengatakan, sangat bangga Menkop bisa hadir ke KSP Balo’ta Tana Toraja.

Dilaporkan bahwa KSP Balo’ta Tana Toraja mengalami peningkatan aset dari tahun 2014 sampai sekarang sebesar 609%.

Aset per Juli 2026 sebanyak Rp1,9 triliun dan pihaknya dilibatkan oleh pemerintah daerah untuk membina 200 pengurus KDKMP.

Selain itu, dia menambahkan Kemenkop melalui LPDB juga telah memberikan dukungan bantuan berupa fasilitas modal kerja dari waktu ke waktu diberikan pembiayaan.

“Kurang lebih 40 KDKMP yang ada di kabupaten Tana Toraja dan Toraja utara bisa bersinergi dengan baik untuk mewujudkan program strategis nasional dan bisa menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” jelasnya. I

 

Kirim Komentar