Kunjungan Presiden Jokowi di Daerah Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto tiba di Helipad Stadion Srikandi, Lumajang, Jawa Timur untuk kunjungan dampak erupsi Gunung Semeru, Selasa (7/12/2021) (Istimewa)
Bagikan Artikel

Setelah menempuh penerbangan selama 30 menit dari Bandar Udara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU, Presiden Joko Widodo dan rombongan terbatas tiba di Helipad Stadion Srikandi, Kelurahan Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Selasa (7/12/2021) pukul 09.30 WIB.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disambut oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, dan Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Nico Afinta.

Kunjungan presiden tersebut dimaksudkan untuk melihat secara langsung dampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya, data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi BNPB pada Selasa (6/12/2021) menyebutkan, sebanyak 985 personel gabungan lakukan operasi penanganan darurat paska erupsi semeru di bawah kendali pos komando (posko).

Para personel melakukan berbagai upaya penanganan darurat yang saat ini memfokuskan pada pencarian dan evakuasi serta pelayanan dasar warga terdampak.

Selain personel, sejumlah peralatan diterjunkan untuk membantu proses pencarian warga yang diduga masih hilang, antara lain BNPB menyiagakan tiga unit helikopter dan Palang Merah Indonesia (PMI) mendorong dua unit hagglund yang dapat menembus medan berat di lokasi terdampak material vulkanik.

Jumlah personel di lapangan diperkirakan lebih banyak lagi untuk membantu tanggap darurat di lapangan, seperti mereka yang bekerja untuk perbaikan infrastruktur dasar listrik, komunikasi atau pun akses jalan.

Misalnya pada sektor infrastruktur, dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nazib Faizal menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan personel untuk membantu beberapa langkah penanganan darurat paska erupsi.

Langkah tersebut antara lain pembersihan jaringan jalan untuk memulihkan konektivitas baik jalan nasional, provinsi maupun kabupaten, dan pencarian jalur alternatif untuk menghubungkan Lumajang-Turen-Malang yang putus akibat robohnya jembatan Besuk Kobokan.

“Percepatan evakuasi korban dan pembersihan Kawasan,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian PUPR Nazib Faizal.

Sementara itu, para personel yang bergerak di lapangan diharapkan untuk selalu berkoordinasi dengan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru. Posko yang berjarak 23 km dari Gunung Semeru tersebut berada di Kantor Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Pos logistik yang mendukung operasi penanganan darurat terletak di rumah dinas Bupati Lumajang.

BNPB juga mengimbau semua dukungan sumber daya, baik personel, peralatan atau pun bantuan logistik dikoordinasikan melalui posko yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Menurut Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI Wurjanto, hal itu bertujuan agar penanganan darurat dapat berjalan secara optimal dan efektif, serta menekankan keamanan dan keselamatan responder di lapangan yang melakukan operasi pencarian dan evakuasi.

Hal tersebut disampaikan Basarnas sebagai koordinator pencarian dan pertolongan. Seperti terpantau pada pagi tadi (6/12/2021) pukul 08.55 WIB, awan panas guguran kembali terjadi dengan jarak luncur 4 km yang mengarah ke Besuk Kobokan. I

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here