PEMERINTAH BATALKAN PENERAPAN PPKM LEVEL 3 SAAT NATARU

Hiasan Natal di supermarket. (Indonesia)
Bagikan Artikel

Pemerintah memutuskan untuk batal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) secara serentak di semua wilayah.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Koordinator Penanganan PPKM wilayah Jawa-Bali. Luhut mengatakan, keputusan itu didasarkan pada capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76% dan dosis 2 yang mendekati 56%.

Penerapan PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan.

“Syarat perjalanan akan tetap diperketat, terutama di perbatasan untuk penumpang dari luar negeri. Namun, kebijakan PPKM di masa Nataru akan dibuat lebih seimbang dengan disertai aktivitas testing dan tracing yang tetap digencarkan,” tuturnya, Selasa (7/12/2021).

Sebelumnya kebijakan PPKM level 1-3 di luar Pulau Jawa-Bali diperpanjang selama 17 hari ke depan dari 7-23 Desember 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali Airlangga Hartarto menyatakan, pada periode PPKM kali ini, sebanyak 129 kabupaten/kota berada di level 1.

“Angka ini meningkat dibandingkan periode PPKM yang lalu yakni 51 kabupaten/kota,” ujarnya dalam konferensi pers daring, Senin (6/12/2021).

Kemudian, 193 kabupaten/kota berada di level 2, meningkat dari angka 175 kabupaten/kota. Sementara, yang berada di level 3 turun dari 160 menjadi 64 kabupaten/kota.

“Dan level 4 nol kabupaten/kota,” jelas Airlangga. Meski rata-rata vaksinasi nasional dosis pertama sudah mencapai 68,42% dan dosis kedua 47,55%, lanjutnya, masih ada sejumlah daerah di luar Pulau Jawa-Bali yang angka vaksinasinya rendah.

Setidaknya, terdapat sembilan provinsi luar Jawa-Bali yang vaksinnya kurang dari 50%, yaitu Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Maluku, Sulawesi Tenggara, Aceh, dan Papua.

Airlangga menegaskan bahwa situasi pandemi virus Corona di Indonesia terus menunjukkan perbaikan.

Kasus Covid-19 harian saat ini mencapai 196 kasus, di Pulau Jawa-Bali 134 kasus dan luar Pulau Jawa-Bali 45 kasus.

“Kasus turun 98%, kasus kematiannya sebesar 3,12%, dan tingkat kesembuhannya 96,59%,” tuturnya. I

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here