Kementerian Perindustrian (Kemenperin) komitmen dalam memperkuat daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) pangan, sekaligus mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan hal tersebut saat mengunjungi Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung untuk membuka seminar dan Pendampingan Teknis Produksi, serta Keamanan Produk Olahan Singkong.
“Saya mengunjungi Kabupaten Lampung Timur untuk membuka Seminar dan Pendampingan Teknis Produksi serta Keamanan Produk Olahan Singkong, sekaligus mewujudkan komitmen Kementerian Perindustrian dalam memperkuat daya saing IKM pangan,” katanya.
Menurut Wamenperin Riza, Kabupaten Lampung Timur memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar mulai dari singkong, kakao, padi, kelapa hingga lada.
“Potensi tersebut menjadi modal strategis dalam membangun industri berbasis agro yang tangguh, berkelanjutan dan berorientasi pasar,” jelasnya.
Khususnya komoditas singkong, dia menambahkan, peluang pengembangannya sangat luas, tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai bahan baku industri pakan ternak, tekstil, farmasi hingga energi terbarukan.
“Melalui hilirisasi, komoditas ini dapat diolah menjadi beragam produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat IKM dan memperluas peluang investasi, serta ekspor,” tutur Wamenperin Riza.
Untuk meningkatkan daya saing produk IKM di pasar nasional maupun global, lanjutnya, Kemenperin terus mendorong penerapan standar produksi yang baik melalui Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), serta sertifikasi Halal.
Wamenperin Riza menegaskan bahwa standar tersebut menjadi fondasi penting dalam menghasilkan produk yang aman, berkualitas dan mampu bersaing di pasar internasional.
“Saya berharap kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku IKM, petani, akademisi dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat transformasi Lampung Timur menjadi salah satu sentra industri olahan pangan yang maju, inovatif, serta berdaya saing tinggi,” ungkapnya.
Dari daerah, kata Wamenperin Riza, membuktikan bahwa kekayaan sumber daya lokal dapat diolah menjadi produk unggulan yang bernilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja.
“Bahkan, kekayaan sumber daya lokal tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kontribusi sektor industri pengolahan yang saat ini menyumbang 19,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, serta menyerap sekitar 20 juta tenaga kerja,” ujarnya.
Wamenperin Riza mengajak semua pihak untuk bersama mewujudkan hilirisasi industri yang inklusif, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan ekonomi Indonesia. I







