Laporan Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 15 April 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana yang berdampak signifikan pada periode Selasa (14/4) hingga Rabu (15/4), pukul 07.00 WIB.

Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB mencatat peristiwa banjir dan angin kencang masih mendominasi kejadian bencana pada periode ini.

Laporan pertama datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta yang melaporkan kejadian banjir pada Selasa (14/4) pukul 22.00 WIB.

Banjir disebabkan curah hujan tinggi disertai meluapnya Kali Jenes hingga air masuk ke kawasan pemukiman dan berdampak pada delapan kelurahan di tiga kecamatan.

Petugas BPBD Kota Surakarta mencatat 715 Kepala Keluarga (KK) dan 109 jiwa mengungsi.

Dengan rincian 11 jiwa mengungsi di Masjid Al-Furqon RT 04 RW 22 Kelurahan Panularan, 34 jiwa di RW 03 dan RW 04 Selatan LDII Kelurahan Pajang dan 4 jiwa di balai warga RW 14 Totosari Kelurahan Pajang.

Selain itu, ada 16 jiwa di rumah warga RT 02 RW 13 Kelurahan Tipes, 14 jiwa di Masjid Al Hidayah RT 03 RW 03 Kelurahan Joyontakan, dan 30 jiwa mengungsi di gedung TK RT 03 RW 05 Kelurahan Bumi.

BPBD Kota Surakarta merespons laporan dan segera melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait, perangkat, komunitas relawan dan warga masyarakat.

Tim gabungan juga diterjunkan untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak dengan menggunakan perahu karet.

Sementara itu, logistik permakanan juga didistribusikan kepada warga terdampak yang masih bertahan di rumah maupun di titik – titik pengungsian.

Kondisi banjir masih belum surut dengan tinggi muka air 50 sentimeter (cm) hingga 80 cm.

Jaringan listrik di beberapa wilayah dimatikan. Hujan masih turun dengan intensitas sedang – lebat.

Kejadian banjir berdampak signifikan juga terjadi Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan pada Selasa (14/4) pukul 05.00 WIB.

Titik banjir terjadi di Kelurahan Pasar II dan Air Lintang Kecamatan Muara Enim. Sebanyak 652 Kepala Keluarga (KK) terdampak peristiwa ini.

BPBD Kabupaten Muara Enim mendapat laporan, debit air Sungai Aur di Kelurahan Air Lintang meluap hingga air masuk ke rumah warga.

Petugas diturunkan untuk melakukan kaji cepat dan evakuasi warga dengan menggunakan perahu viber dan mesin jinjing.

Setelah 10 jam, luapan air surut dan menyisakan lumpur sisa banjir. Petugas membantu warga membersihkan rumah dari sisa lumpur banjir.

Situasi terkini adalah lalu lintas kendaraan dan aktivitas warga kembali normal.

Selain kejadian banjir, BNPB juga menerima dua laporan angin kencang yang terjadi di dua wilayah.

Laporan pertama dari Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Angin kencang mengakibatkan rumah warga Kelurahan Grugan Baru, Kecamatan Negeri Katon mengalami rusak pada bagian atap pada Senin (13/4) pukul 17.30 WIB.

Sebanyak 17 rumah rusak ringan dan satu rusak berat.

Petugas BPBD Kabupaten Pesawaran diturunkan untuk melakukan pendataan, pembersihan material dan perbaikan rumah warga secara gotong – royong.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Halmahera Selatan juga melaporkan kejadian angin kencang yang berdampak pada tiga desa, yakni Desa Rabutdaiyo, Wallo dan Dalam, Kecamatan Pulau Makian pada Selasa (14/4) pukul 03.00 WIT.

Petugas BPBD Kabupaten Halmahera Selatan mencatat sebanyak 20 unit rumah rusak berat, 4 unit rumah rusak sedang dan 19 unit rumah rusak ringan, sedangkan 21 KK mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Merespons kejadian angin kencang dan banjir yang berdampak signifikan di beberapa wilayah di tanah air, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim hujan ke kemarau.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, cek atap rumah secara berkala, serta pangkas ranting pohon yang sudah tua atau rapuh di area sekitar rumah.

Jika kejadian angin kencang terjadi, segera berlindung ke dalam bangunan yang kokoh, jangan berteduh di bawah pohon, baliho atau tiang yang rentan roboh.

Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana dan rencana darurat sebagai langkah kesiapsiagaan, terutama masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau untuk memantau ketinggian muka air secara berkala.

Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama, disarankan melakukan evakuasi mandiri dan terus memantau informasi dari sumber resmi pemerintah. I

 

 

Kirim Komentar