Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana baru yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 18 Juni 2026, pukul 07.00 WIB, hingga 19 Juni 2026, pukul 07.00 WIB.
Dalam kurun waktu tersebut, bencana hidrometeorologi masih mendominasi.
Adapun peristiwa yang pertama, hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya banjir di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo pada Kamis (18/6) pukul 12.30 Wita.
Meski berangsur – angsur surut pada hari yang sama, tapi banjir menyisakan material sampah di lokasi terdampak.
Peristiwa ini terjadi di Desa Diloato di Kecamatan Paguyuman dan Desa Harapan, Mekar Jaya dan Bongo Tua di Kecamatan Wonosari.
Hasil pendataan kaji cepat, banjir tersebut telah berdampak pada 172 Kepala Keluarga (KK) atau 486 jiwa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boleamo juga mengidentifikasi dampak kerugian berupa rumah terdampak 155 unit, kantor pemerintah dan fasilitas pendidikan masing – masing satu unit.
Berikutnya, banjir juga terjadi di Kelurahan Muara Enim di Kecamatan Lubuklinggau Barat, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra Selatan pada Kamis (18/6) pukul 03.00 WIB, setelah hujan lebat mengguyur wilayah terdampak dalam durasi yang cukup lama.
BPBD setempat melaporkan banjir telah surut di hari yang sama. Sebanyak 15 KK atau 42 jiwa terdampak peristiwa ini.
Selanjutnya, meski banjir melanda sejumlah wilayah, fenomena Hari Tanpa Hujan (HTH) yang memicu kekeringan melanda beberapa tempat.
Bencana kekeringan yang baru dilaporkan yaitu terjadi Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.
Bencana ini dilaporkan BPBD pada Kamis (18/6), pukul 07.30 WIB. Wilayah terdampak di Desa Kedungrejo, Kecamatan Winogan.
Populasi terdampak sebanyak 211 KK. Merespons peristiwa ini, BPBD telah mendistribusikan air bersih kepada para warga.
Sementara itu, perkembangan data bencana gempa bumi M 6,7 Sulawesi Tengah pada Kamis (18/6), pukul 16.25 WIB mencatat total korban meninggal dunia 3 jiwa.
Sebanyak 17 jiwa mengalami luka berat dan 101 jiwa luka ringan. Bencana geologi yang terjadi pada Rabu (16/6) melanda empat wilayah administrasi, Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong dan Donggala.
Total kerugian material di empat wilayah tersebut tercatat sebanyak 1.995 rumah mengalami rusak ringan, 147 rumah suak sedang dan 73 rumah rusak berat.
Hingga kini pihak BPBD setiap wilayah masih melakukan penanganan darurat dan mutakhiran data.
Selain dampak pada sektor pemukiman, gempa juga berdampak pada fasilitas umum, pendidikan, perkantoran, tempat ibadah dan bangunan lainnya.
Penanganan bencana ini mendapatkan perhatian BNPB dengan pengiriman bantuan berupa pangan dan non-pangan.
Bantuan yang diberikan berupa tenda pengungsi, tenda keluarga, matras, selimut, kasur lipat dan paket sembako.
Selain itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto telah berada di wilayah terdampak untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif.
Menyikapi bencana di tanah air, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga.
Saat beberapa wilayah telah memasuki musim kemarau, masyarakat diharapkan bijak dalam memanfaatkan air.
Merespons bahaya hidrometeorologi basah, BNPB meminta warga untuk melakukan langkah kesiapsiagaan di antaranya memantau secara periodik informasi cuaca dari sumber resmi pemerintah. I



